PILAREMPAT.com – Medan :
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi
Sumatera Utara menyelenggarakan Sumatra
Investment Day 2026 sebagai forum promosi investasi untuk memperkuat
posisi Sumatera sebagai kawasan investasi yang kompetitif dan berdaya saing
global. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, investor, dan pemilik proyek (project owner) guna
mempercepat realisasi investasi berkualitas yang mendukung pertumbuhan ekonomi
berkelanjutan.
Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Sumatera
Utara yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan
Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap,
Gubernur Bengkulu H. Helmi Hasan,
para gubernur se-Sumatera, Wakil Kepala Badan Pusat Statistik Sonny Harry Budiutomo Harmadi, Deputi Bidang Perencanaan
Penanaman Modal Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Ichsan Zulkarnain, Plt. Deputi Bidang Industri dan
Investasi Kementerian Pariwisata Rizki Handayani,
Direktur Departemen Regional Bank Indonesia Tri Yanuarti,
para konsul jenderal dan konsul kehormatan, investor dari Indonesia, Tiongkok,
Korea Selatan, Amerika Serikat, Singapura, Malaysia, Jepang, dan India, serta
para kepala daerah dan project
owner dari berbagai wilayah di Sumatera.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Ameriza M.
Moesa, menyampaikan bahwa Sumatera memiliki berbagai keunggulan
strategis, mulai dari posisi geografis yang berada di jalur perdagangan maritim
internasional hingga potensi ekonomi yang terus tumbuh. Perekonomian Sumatera
pada tahun 2026 tercatat tumbuh 5,13%
(yoy) dan diprakirakan tetap berada di atas 5 persen, dengan
inflasi yang terjaga pada kisaran sasaran 2,5% ± 1%.
Ameriza juga mengajak para investor
memanfaatkan peluang investasi unggulan yang dipromosikan melalui one-on-one meeting
dengan para pemilik proyek. "Keberhasilan
investasi membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah
daerah, Bank Indonesia, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Kami
berharap Sumatra Investment Day menjadi momentum untuk mempercepat realisasi
investasi yang berkualitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sumatera yang
inklusif dan berkelanjutan”.
Mewakili Gubernur Sumatera Utara, Sulaiman Harahap menegaskan bahwa Sumatera memiliki
potensi sumber daya alam dan proyek strategis yang besar. Pengembangan
investasi diharapkan tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga
memperkuat daya saing UMKM, mengembangkan komoditas unggulan daerah, serta
memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat melalui proses investasi
yang cepat, transparan, dan akuntabel.
Tri Yanuarti, Departmeen Regional Bank Indonesia
memaparkan bahwa investasi tetap menjadi salah satu motor utama pertumbuhan
ekonomi Sumatera. Untuk mendukung hal tersebut, Bank Indonesia terus memperkuat
bauran kebijakan melalui penjagaan likuiditas, penyempurnaan insentif
likuiditas makroprudensial, pelonggaran kebijakan makroprudensial, percepatan
digitalisasi sistem pembayaran, serta pengembangan UMKM dan ekonomi-keuangan
inklusif. Upaya tersebut diperkuat melalui sinergi promosi investasi lewat Investor Relations Unit (IRU), Regional Investor Relations Unit (RIRU), dan Global
Investor Relations Unit (GIRU).
Sementara itu, Rizki Handayani, Plt Deputi Bidang Industri dan Investasi
menjelaskan bahwa pengembangan sektor pariwisata ke depan akan berfokus pada quality tourism, dengan mendorong peningkatan nilai
belanja wisatawan melalui pengembangan wisata budaya, ekowisata, wisata alam, kuliner,
wellness tourism,
dan bleisure tourism.
Adapun Ichsan Zulkarnain menekankan
pentingnya percepatan hilirisasi dan kemudahan berusaha melalui penyederhanaan
perizinan berbasis Online Single Submission (OSS)
untuk meningkatkan daya saing investasi di Sumatera.
Melalui Sumatra Investment Day 2026, Bank
Indonesia bersama para pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam
menciptakan iklim investasi yang kondusif guna mendorong transformasi ekonomi
Sumatera yang lebih inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. [P4/rel/sya]
