Implementasi Teknologi Eco-Wetland Fitoremediasi untuk Mendukung Produksi Bersih dan Pengurangan Beban Limbah Pabrik Tahu

/

/ Minggu, 05 Juli 2026 / 22.46 WIB

PILAREMPAT.com - Deli Serdang :

Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DPPM Kemdiktisaintek) Tahun Pendanaan 2026 telah melaksanakan kegiatan berjudul "Implementasi Teknologi Eco-Wetland Fitoremediasi untuk Mendukung Produksi Bersih dan Pengurangan Beban Limbah Pabrik Tahu."

 

Program ini bermitra dengan Pabrik Tahu Sumedang Putri Deli sebagai lokasi penerapan teknologi dan Klinik Reboisasi sebagai mitra teknis pelatihan eco-wetland fitoremediasi.

 

Kegiatan dihadiri oleh Ketua Pelaksana, Nada Amirah, S.K.M., M.K.M., bersama tim dosen Pitto Pratiwi Malau, S.K.M., M.K.M. dan Apt. Nurul Dahlia Harahap, S.Farm., M.Farm., mahasiswa, tim Pabrik Tahu Sumedang Putri Deli, serta tim Klinik Reboisasi.

 

Ketua Pelaksana, Nada Amirah, S.K.M., M.K.menjelaskan bahwa program ini bertujuan meningkatkan kapasitas mitra dalam mengelola limbah cair tahu secara sederhana, ramah lingkungan, dan berbiaya rendah, menurunkan beban pencemar melalui perbaikan kualitas limbah, serta mendorong penerapan prinsip produksi bersih (cleaner production) dan ekonomi hijau pada industri tahu skala kecil.

 

“Rangkaian kegiatan diawali dengan pembuatan unit eco-wetland fitoremediasi pada Mei hingga pertengahan Juni 2026 menggunakan tanaman kayu apu (Pistia stratiotes) dan melati air (Echinodorus palaefolius) yang dipadukan dengan saringan kasar untuk menyaring padatan limbah,” jelas Nada.

 

Selanjutnya, pada 4 Juni 2026 dilaksanakan sosialisasi mengenai permasalahan limbah, desain sistem, dan tahapan program, dilanjutkan diskusi teknis pada 19 Juni 2026 untuk mempersiapkan pelatihan dan implementasi.

 

Pelatihan dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Klinik Reboisasi, meliputi materi produksi bersih, prinsip kerja eco-wetland fitoremediasi, fungsi saringan kasar, pemantauan kualitas air (TDS, pH, dan DO), serta praktik pembuatan dan pengoperasian sistem. Peningkatan pemahaman peserta dievaluasi melalui pre-test dan post-test.

 

Tahap implementasi dilakukan pada 24 Juni 2026 di Pabrik Tahu Sumedang Putri Deli melalui pemasangan saringan kasar, instalasi eco-wetland terapung, penanaman tanaman fitoremediasi, serta integrasi sistem dengan saluran pembuangan limbah. 


“Kegiatan dilanjutkan dengan pendampingan dan evaluasi pada 4 Juli 2026 melalui pemantauan kualitas limbah dan operasional sistem agar mitra mampu mengelola eco-wetland secara mandiri,” paparnya.


Ia mengungkapkan, melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) Tahun Pendanaan 2026, diharapkan teknologi eco-wetland fitoremediasi dapat menjadi solusi tepat guna dalam mendukung pengelolaan limbah cair yang lebih efektif, ramah lingkungan, serta meningkatkan keberlanjutan usaha Pabrik Tahu Sumedang Putri Deli. [P4/relis]

 

 

Komentar Anda

Berita Terkini