PILAREMPAT.com – MEDAN :
Di tengah upaya tanpa henti memulihkan sistem kelistrikan Sumatera Utara, dukungan datang dari TNI Angkatan Udara. Hingga Minggu (7/6), Pesawat angkut berat C-130 Hercules dan A-400M berhasil membawa tujuh set tower emergency (TE) di Lanud Soewondo, Medan, yang akan memperkuat percepatan penanganan infrastruktur transmisi terdampak cuaca ekstrem.
Dukungan TNI AU menjadi bagian penting dalam percepatan mobilisasi peralatan strategis yang dibutuhkan PLN untuk memulihkan sistem kelistrikan. Tujuh tower emergency tersebut terdiri atas 2 set yang diberangkatkan dari Jakarta, 3 set dari Balikpapan dan 2 set dari Banjarbaru. Setibanya di Lanud Soewondo, Medan, peralatan langsung diteruskan menggunakan jalur darat menuju lokasi perbaikan.
Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara Soewondo, Marsma TNI Tiopan Hutapea, S.Sos, M.A.P., menyampaikan bahwa TNI AU siap mendukung upaya percepatan pemulihan kelistrikan di Sumatera Utara melalui dukungan transportasi udara dan koordinasi lintas instansi.
"Dukungan ini merupakan wujud komitmen TNI AU untuk hadir membantu penanganan kebutuhan strategis nasional, termasuk percepatan pemulihan infrastruktur kelistrikan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Kami berharap sinergi yang terjalin dapat mempercepat normalisasi pasokan listrik di Sumatera Utara," ujar Tiopan.
General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara, Mundhakir, turut mengawal langsung proses kedatangan dan mobilisasi tower emergency di Lanud Soewondo guna memastikan seluruh peralatan dapat segera diberangkatkan ke lokasi pekerjaan.
"Kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada jajaran TNI AU atas dukungan yang diberikan. Kolaborasi ini sangat membantu percepatan mobilisasi peralatan sehingga proses pemulihan sistem kelistrikan di Sumatera Utara dapat berjalan lebih cepat," ujar Mundhakir.
Menurut Mundhakir, keberadaan seluruh tower emergency di Sumatera Utara menjadi tonggak penting dalam percepatan penanganan infrastruktur transmisi yang terdampak.
"Hari ini seluruh tujuh tower emergency telah berada di Sumatera Utara. Tiga tower sebelumnya sudah dalam tahap pembangunan, sementara sisanya segera dimobilisasi ke lokasi pekerjaan untuk mempercepat pemulihan sistem kelistrikan," tambah Mundhakir.
Saat ini, seluruh personel PLN terus bekerja siang dan malam untuk mempercepat pembangunan tower emergency di lokasi terdampak. Berbagai tahapan pekerjaan dilakukan secara paralel, mulai dari mobilisasi material, pembangunan konstruksi, hingga penguatan sistem operasi kelistrikan.
Mundhakir juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang masih terdampak pengaturan beban selama proses pemulihan berlangsung.
"Kami memahami listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat. Untuk itu seluruh personel terus bekerja tanpa henti agar sistem kelistrikan dapat segera pulih. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang masih dirasakan sebagian pelanggan selama proses penanganan berlangsung," tutup Mundhakir.
PLN akan terus menyampaikan perkembangan penanganan dan pemulihan sistem kelistrikan secara berkala melalui kanal resmi perusahaan. Masyarakat juga dapat memantau informasi kelistrikan maupun menyampaikan laporan gangguan melalui aplikasi PLN Mobile atau Contact Center PLN 123.
