Satu Tahun Bobby-Surya: Tetap Tangguh dan Berprestasi Meski Bencana Menghampiri

/

/ Jumat, 20 Februari 2026 / 19.47 WIB


PILAREMPAT.com - Medan : 

Bobby Nasution punya pengalaman mumpuni memimpin daerah dalam kondisi bencana. Gubernur termuda se-Indonesia itu pun mencatat sejumlah prestasi dalam setahun memimpin Provinsi Sumatera Utara.

Informasi dihimpun, 20 Februari 2026 merupakan genap satu tahun Bobby Nasution dan H Surya memimpin Sumut sejak dilantik Presiden Prabowo tahun lalu. Sama seperti kali pertama memimpin Kota Medan, Bobby juga banyak mengurusi bencana saat memimpin Sumatera Utara.

Saat menjadi Walikota Medan, Bobby mampu memimpin dalam kondisi bencana covid-19. Bahkan visinya menjadikan UMKM naik kelas, benar-benar dirasakan para pelaku usaha kecil dan menengah di Kota Medan. 

Saat menjadi Gubernur Sumut, Bobby Kembali dihadapkan pada bencana banjir dan longsor pada November 2025. Berbagai sumber mencatat, bencana itu menjadi yang terparah sejak 5 tahun terakhir.

Sebagai pemimpin, Bobby langsung hadir ke lokasi bencana. Tapi yang tak kalah penting adalah, langkah yang ditempuh Bobby pasca bencana untuk pemulihan bagi warga penyintas.

1. Tutup Perusak Hutan 

Bencana yang menimpa Sumut November 2025 kemarin terindikasi disebabkan perusahaan yang merusak hutan dan lingkungan. Bobby pun mencium indikasi itu dan tak berapa lama, ia merekomendasikan penutupan sejumlah perusahaan, salahsatunya Toba Pulp Lestari (TPL).

Alhasil, pada 11 Desember 2025 pemerintah pusat resmi menutup operasional perusahaan bubur kertas tersebut.

2. Pembangunan Hunian Sementara dan Tetap

Tak sampai di situ, gerak cepat Bobby pasca bencana juga menyasar ke hunian sementara dan tetap bagi korban yang kehilangan tempat tinggal.

Bobby telah memulai pembangunan huntap l 1.000 unit bagi korban terdampak banjir dan longsor di wilayahnya. 

Pada 5 Februari 2026 kemarin, hunian sementara sudah bisa ditempati untuk Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Tapanuli Tengah (Tapteng), dan Tapanuli Utara (Taput) tersebut dipusatkan di lokasi Huntara Desa Simarpinggan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel. 

Saat ini, Huntara tersebut telah ditempati masyarakat terdampak bencana sambil menunggu selesainya pembangunan hunian tetap (Huntap) oleh pemerintah.

3. Gelontorkan Anggaran Pasca Bencana

Kemudian terobosan signifikan lainnya yakni Bobby menggelontorkan anggaran Rp430 miliar untuk pemulihan bencana.

Anggaran tersebut dialokasikan ke lima bidang prioritas untuk mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak bencana.

Alokasi terbesar berada di bidang infrastruktur, meliputi perbaikan jalan, jembatan, tanggul, normalisasi sungai, sumber daya air, serta rehabilitasi rumah, dengan total sekitar Rp275 miliar.

Selanjutnya bidang komunikasi dan informatika sebesar Rp1,68 miliar, pendidikan Rp36,8 miliar, kesehatan Rp6,9 miliar, serta bantuan keuangan kepada pemerintah daerah sebesar Rp110 miliar.

“Kita akan lalukan pergeseran anggaran untuk pemulihan pascabencana, bidang pendidikan kita bagi dua untuk infrastruktur dan SPP gratis di daerah bencana,” kata Bibby Nasution saat rapat koordinasi (Rakor) dengan Ketua Satgas Rehabilitasi Pascabencana Sumatera di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Senin (12/1/2026).

4. Pendidikan Gratis Untuk Korban Bencana

Salahsatu hal terpenting bagi korban bencana adalah pendidikan. Bobby Nasution pun mengeluarkan kebijakan gratis membayar uang sekolah bagi siswa SMA/SMK hingga Sekolah Luar Biasa (SLB) yang wilayahnya terdampak banjir dan longsor di tahun ajaran 2026/2027. Bobby menganggarkan dana Rp22 miliar untuk program ini.

5. Capaian 100 Persen UHC Berobat Gratis

Meski bencana melanda wilayah Sumatera Utara, Bobby tidak ingkar pada janji kampanyenya. Bahkan belum sampai dua tahun menjabat, Bobby sudah merampungkan 100 persen program Universal Health Coverage (UHC) alias program berobat gratis (probis) untuk warga Sumut.

Bobby menegaskan tidak ada alasan bagi fasilitas kesehatan menolak pasien dengan alasan administrasi. Pelayanan diduluankan, administrasi diurus belakangan.  

Atas hal itu, Pemprovsu berhasil meraih penghargaan UHC Award kategori pratama dari pemerintah pusat. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar di Ballroom JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).

Di bawah kepemimpinan Gubernur Muhammad Bobby Afif Nasution, Pemprov Sumut memiliki Program Berobat Gratis (PROBIS). Program ini memungkinkan masyarakat Sumut mendapatkan layanan kesehatan hanya dengan menunjukkan KTP.

6. Pembangunan Kepulauan Nias

Yang tak kalah penting dari kepemimpinan Bobby adalah membangun Kepulauan Nias yang maju dan terintegrasi. 

Bahkan Bobby telah menyusun kebijakan tematik pembangunan menuju Nias Maju 2029. Dalam kebijakan tersebut, tiga wilayah ditetapkan sebagai spesialisasi pembangunan, yakni Hub Ekonomi dan Logistik di Gunungsitoli, Destinasi Wisata dan Budaya di Nias Selatan, serta wilayah lainnya sebagai zona produksi.

“Kami ingin benar-benar menjadi bagian memajukan Nias, bukan hanya afirmasi daerah tertinggal, tetapi menjadi daerah yang unggul,” kata Bobby Nasution saat Rapat Koordinasi (Rakor) Pembangunan antara Pemprov Sumut dan pemerintah kabupaten/kota se-Kepulauan Nias di Kantor Bupati Nias Selatan, Teluk Dalam, Kamis (12/2/2026).


Untuk mewujudkan hal tersebut, Bobby Nasution menyiapkan anggaran sekitar Rp305 miliar, setelah pada tahun sebelumnya mengucurkan Rp250 miliar. Anggaran itu dialokasikan untuk peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, konektivitas wilayah, serta penguatan ketahanan lokal dan keunggulan global.

Komentar Anda

Berita Terkini