Percepatan Transformasi Digital Sektor Jasa Keuangan jadi Tantangan Baru sekaligus Peluang Inklusi yang Lebih Luas

/

/ Kamis, 07 Agustus 2025 / 19.57 WIB



PILAREMPAT.com – Jakarta :

Percepatan transformasi digital di sektor jasa keuangan menghadirkan peluang inklusi yang lebih luas, namun juga tantangan baru, khususnya dalam hal pelindungan konsumen dan penyampaian edukasi keuangan yang inklusif.

Hal tersebut diungkap Kepala Departemen Literasi, Inklusi Keuangan,dan Komunikasi OJK, Mohammad Ismail Riyadi, dalam acara yang digelar Kantor OJK Wilayah Sumatera Bagian Utara dalam kegiatan Media Gathering bertema “Kolaborasi Tanpa Sekat: Jurnalisme Positif untuk Keuangan Inklusif” yang berlangsung di Jakarta.

Sementara itu, Direktur Departemen Pelindungan Konsumen OJK sekaligus Ketua Sekretariat Satgas PASTI Hudiyanto Hudiyanto memaparkan kinerja Satgas PASTI dalam memberantas aktivitas keuangan ilegal. Sejak 2017 hingga Juli 2025, Satgas telah menghentikan 13.228 entitas ilegal, terdiri dari 1.812 investasi ilegal, 11.166 pinjaman online ilegal, dan 251 gadai ilegal. Dalam periode 1 Januari 2024–30 April 2025, Satgas juga memblokir 4.053 aplikasi ilegal, 117 rekening bank, serta 2.422 nomor telepon/WhatsApp yang digunakan dalam aktivitas keuangan ilegal.

Di sisi lain, Managing Editor CNN Indonesia Anugerah Perkasa. dalam paparannya menyampaikan pentingnya pemantauan terhadap industri keuangan dan aliran modal di Indonesia.

“Prinsip kehati-hatian dan tanggung jawab jurnalistik menjadi krusial di era disrupsi digital, di mana kecepatan penyebaran informasi kerap mengalahkan akurasi,” pungkasnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi (foto) dalam sambutannya menekankan, pentingnya peran jurnalis dalam membangun kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan melalui pemberitaan yang akurat, objektif, dan edukatif.

“Jurnalisme yang berkualitas diyakini mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Friderica.

Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara Khoirul Muttaqien bersama para Kepala OJK Daerah lainnya di wilayah Sumatera Bagian Utara turut memaparkan perkembangan sektor jasa keuangan dan capaian program literasi dan inklusi keuangan di masing-masing provinsi.

Khoirul menyampaikan bahwa ekonomi wilayah Sumatera Bagian Utara mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,71 persen pada triwulan I 2025, terutama ditopang oleh sektor industri pengolahan dan pertanian.

“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan didukung oleh konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB), dan ekspor. Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebagai wilayah dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi di kawasan ini,”ujar Khoirul.

Melalui kegiatan ini, OJK berharap dapat memperkuat kerja sama strategis dengan insan media dalam menyampaikan informasi yang konstruktif, mendorong optimisme publik, serta mendukung terciptanya ekosistem keuangan yang inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan di wilayah Sumatera Bagian Utara.

Turut hadir dalam rangkaian kegiatan Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito, Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat Roni Nazra, Kepala OJK Provinsi Aceh, Daddi Peryoga; serta Kepala OJK Provinsi Kepulauan Riau Sinar Danandjaya. [P4/red]

Komentar Anda

Berita Terkini