PILAREMPAT.com – Jakarta :
Percepatan transformasi digital di
sektor jasa keuangan menghadirkan peluang inklusi yang lebih luas, namun juga
tantangan baru, khususnya dalam hal pelindungan konsumen dan penyampaian
edukasi keuangan yang inklusif.
Hal tersebut diungkap Kepala Departemen
Literasi, Inklusi Keuangan,dan Komunikasi OJK, Mohammad Ismail Riyadi, dalam
acara yang digelar Kantor OJK Wilayah Sumatera Bagian Utara dalam kegiatan
Media Gathering bertema “Kolaborasi Tanpa Sekat: Jurnalisme Positif untuk
Keuangan Inklusif” yang berlangsung di Jakarta.
Sementara itu, Direktur Departemen
Pelindungan Konsumen OJK sekaligus Ketua Sekretariat Satgas PASTI Hudiyanto Hudiyanto
memaparkan kinerja Satgas PASTI dalam memberantas aktivitas keuangan
ilegal. Sejak 2017 hingga Juli 2025, Satgas telah menghentikan
13.228 entitas ilegal, terdiri dari 1.812 investasi ilegal, 11.166
pinjaman online ilegal, dan 251 gadai
ilegal. Dalam periode 1 Januari 2024–30 April 2025, Satgas juga memblokir 4.053
aplikasi ilegal, 117 rekening bank, serta 2.422 nomor telepon/WhatsApp yang
digunakan dalam aktivitas keuangan ilegal.
Di sisi lain, Managing Editor CNN
Indonesia Anugerah Perkasa. dalam
paparannya menyampaikan pentingnya pemantauan terhadap industri keuangan dan
aliran modal di Indonesia.
“Prinsip kehati-hatian dan tanggung
jawab jurnalistik menjadi krusial di era disrupsi digital, di mana kecepatan
penyebaran informasi kerap mengalahkan akurasi,” pungkasnya.
Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi (foto) dalam sambutannya menekankan, pentingnya peran jurnalis dalam membangun kepercayaan publik terhadap sektor jasa keuangan melalui pemberitaan yang akurat, objektif, dan edukatif.
“Jurnalisme yang berkualitas diyakini
mampu meningkatkan literasi dan inklusi keuangan masyarakat secara
berkelanjutan,” kata Friderica.
Kepala OJK Provinsi Sumatera Utara
Khoirul Muttaqien bersama para Kepala OJK Daerah lainnya di wilayah Sumatera
Bagian Utara turut memaparkan
perkembangan sektor jasa keuangan dan capaian program literasi dan inklusi
keuangan di masing-masing provinsi.
Khoirul menyampaikan bahwa ekonomi
wilayah Sumatera Bagian Utara mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,71 persen
pada triwulan I 2025, terutama
ditopang oleh sektor industri pengolahan dan pertanian.
“Dari sisi pengeluaran, pertumbuhan
didukung oleh konsumsi rumah tangga, pembentukan modal tetap bruto (PMTB), dan
ekspor. Provinsi Kepulauan Riau tercatat sebagai wilayah dengan pertumbuhan
ekonomi tertinggi di kawasan ini,”ujar Khoirul.
Melalui kegiatan ini, OJK berharap
dapat memperkuat kerja sama strategis dengan insan media dalam menyampaikan
informasi yang konstruktif, mendorong optimisme publik, serta mendukung terciptanya
ekosistem keuangan yang inklusif, berdaya tahan, dan berkelanjutan di wilayah
Sumatera Bagian Utara.
Turut hadir dalam rangkaian kegiatan
Kepala OJK Provinsi Riau Triyoga Laksito, Kepala OJK Provinsi Sumatera Barat
Roni Nazra, Kepala OJK Provinsi Aceh, Daddi Peryoga; serta Kepala OJK Provinsi
Kepulauan Riau Sinar Danandjaya. [P4/red]

