Inflasi Sumut Terkendali, Ini Langkah-langkah yang Direkomendasi BI Sumut...

/

/ Jumat, 22 Desember 2023 / 21.31 WIB

 

Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara Hassanudin bersama Kepala KPw BI Provinsi Sumut, IGP Wira Kusuma menghadiri High Level Meeting Tim Pengendalian Intflasi Daerah (TPID) Provinsi Sumatera Utara dalam rangka Menjaga Stabilitas Harga Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Nataru 2024, di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Jalan Diponegoro Nomor 30 Medan. (P4/Dinas Kominfo)

Medan, PILAREMPAT.com Untuk menjaga inflasi dan kestabilan harga, Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), merekomendasikan untuk langkah jangka pendek dan menengah.

“Untuk jangka pendek, kami merekomendasikan upaya pengendalian inflasi difokuskan pada implementasi sistem deteksi dini, optimalisasi pasar murah, perluasan serta intensifikasi kerja sama antardaerah, hingga pengendalian ekspektasi masyarakat melalui komunikasi yang efektif,” ujar Kepala KPw BI Provinsi Sumut, IGP Wira Kusuma pada High Level Meeting Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Sumut dalam rangka Menjaga Stabilitas Harga Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2024, di Aula Raja Inal Siregar, Kantor Gubernur, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Kamis (21/12/2023).

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Sumatera Utara, Hasanuddin memberikan apresiasi kinerja Kepala Perwakilan BI Sumut IGP Wira Kusuma dalam upaya menekan inflasi Sumut dan membantu UKM Sumut dalam mengembangkan usahanya.

“Kita akan melakukan koordinasi antar wilayah untuk memastikan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok. Melakukan komunikasi kepada masyarakat secara transparan baik mengenai upaya dijalankan pemerintah dan mengimbau untuk belanja secara bijak. Inflasi ini harus dijaga bersama,” kata Pj Gubsu.

Hasanuddin juga mengungkapkan, banyak tantangan mengenai inflasi didaerah ini diantaranya tantangan ketidakpastian geopolitik global, dalam pasokan dan peningkatan harga komoditas di pasar global. Untuk itu, pihaknya akan melakukan upaya pengendalian inflasi tahun 2024 dan gerakan pangan murah, sehingga diharapkan program kerja TPID tahun depan harus lebih baik.

Pada kesempatan tersebut Hassanudin juga menyerahkan bibit cabai unggul dan bantuan sembako pada masyarakat. Turut hadir pada high level meeting tersebut Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut Baskami Ginting, Bupati Karo Corry Sebayang, Walikota Pematangsiantar Susanti Dewayani, perwakilan Forkopimda Sumut, OPD Pemprov Sumut dan lainnya.

“Sesuai dengan perkembangan saat ini inflasi di Sumut masih terkendali, pasokan kebutuhan pokok dalam rangka menghadapi Nataru tersedia cukup, Insya Allah, tidak terjadi kendala,” tandas Hassanudin.

Secara year on year (YoY), angka inflasi di Sumut saat ini berada pada angka 3,2%. Dikatakan Hassanudin, komoditas cabai merah merupakan penyumbang inflasi tertinggi pada November 2023. Selain itu harga beras dan gula pasir turut diwaspadai, lantaran memiliki tendensi peningkatan harga pada Nataru.

Untuk itu, katanya, ada beberapa langkah antisipatif yang perlu dilakukan. Di antaranya pelaksanaan program-program pengendalian inflasi dan koordinasi yang erat antara wilayah sentra produksi dan kota-kota basis konsumsi, dalam memastikan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok di Sumut. Juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja dengan bijak.

Selain itu, sepanjang tahun 2023, TPID Sumut telah melaksanakan berbagai kegiatan untuk mengendalikan inflasi. Di antaranya kegiatan operasi pasar, sidak pasar, hingga memperkuat sinergi dengan seluruh pihak se-Sumut.

“Kita patut berbangga bahwa kerja keras kita selama ini membuahkan hasil, dimana kegiatan gerakan pangan murah dan operasi pasar yang telah dijalankan terbukti berdampak pada penurunan laju inflasi volatile food di lima kota indeks harga konsumen (IHK),” ucap Hassanudin. [P4/sya]

Komentar Anda

Berita Terkini