-->

Promosikan Produk UMKM, KPw BI Sumut Selenggarakan KKSU -2021

/

/ Kamis, 16 September 2021 / 23.06 WIB

 





MEDAN- PILAREMPAT.COM
Kepala Kantor Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara (KPw BI Sumut), Soekowardojo mengatakan, kegiatan KKSU tahun 2022 kali ini, membawa dua agenda utama, yakni, Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) Forum dan Fair.

"Untuk agenda KKSU Forum dilakukan dalam bentuk webinar dan talkshow yang ditujukan untuk meningkatkan edukasi, literasi invest dan para stakeholder dalam mendukung berbagai perkembangan UMKM. Sedangkan KKSU Fair ditujukan untuk mendorong promosi dan penjualan produk UMKM secara digital dengan menggunakan sarana website, memanfaatkan chanal marketplace, media sosial dan influencer," ujar Soekowardojo saat memberikan kata sambutannya dalam webinar I, yang bertemakan 'Eksotisme Destinasi Wisata Sumatera Utara' secara virtual, Kamis (16/09/2021).

Soekowardojo menjelaskan, KKSU ini merupakan salahsatu event tahunan KPw BI Sumut bersama dengan KPw Siantar dan Sibolga. Di mana, untuk tahun 2021 ini, KKSU akan dilaksanakan secara virtual dikarenakan masih adanya pandemi Covid-19.

Sehingga belum memungkinkan bagi kita yang berada di Kota Medan, Provinsi Sumut untuk melaksanakan kegiatan secara offline sebagaimana seperti tahun lalu.

Tas wanita 100% kulit asli Alona Freya


"KKSU kali ini mengangkat tema Bersinergi Membangun Negeri, UMKM Kuat, Ekonomi Maju, Indonesia yang berlangsung selama 4 hari dan berakhir besok, Jum'at (17/09/2021)," kata Soekowardojo.

Lanjut Soeko, pandemi ini memberikan tantangan yang luar biasa bagi perekonomian dunia maupun Indonesia. Namun bila kita lihat sekilas data makro perekonomian Indonesia dan Sumut, harapan untuk recovery sudah mulai terlihat berdasarkan rilis PDRB triwulan II 2021 pertumbuhan ekonomi Indonesia mencatat angka positif 7,07% tahunan.

Sementara untuk pertumbuhan ekonomi Sumut juga tumbuh positif 4,95% secara tahunan. Pertumbuhan positif ini sambungnya lagi, sebagai momentum recovery ekonomi ke depan setelah pada 4 triwulan sebelumnya mencatat kontraksi atau pertumbuhan negatif.

"Kami menilai kegiatan hari ini juga mendorong kuat dalam pemanfaatan momentum pemulihan ekonomi dan proses recovery pariwisata dan pengembangan ekonomi kreatif di Sumut, melalui program super prioritas yang dicanangkan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Maritim dan investasi dan kementerian pariwisata dan kreatif akan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan secara bersamaan," jelasnya.

Dalam webinar I bertemakan Eksotisme Destinasi Wisata Sumatera Utara, yang digelar secara virtual dan dipandu oleh moderator Zilvia Iskandar tersebut, selain Kepala KPw BI Sumut Soekowardojo, juga dihadiri anggota DPR RI Komisi XI, Sihar Sitorus, Dirut BPDOT, Jimmy B Panjaitan, Direktur Pemasaran Ekraf Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf RI, Yuana R Astuti, Kepala Disbudpar Sumut, Zumri S dan Kades Hutama Ginjang, Gokma Siregar, selaku moderator.

Dalam paparannya, Anggota DPR RI Komisi XI, Sihar Sitorus mengatakan kondisi pandemi Covid-19 haruslah membuat pelaku UMKM tetap mengembangkan diri meski dalam keadaan sulit.

Dalam webinar di kegiatan Karya Kreatif Sumatera Utara (KKSU) 2021 sembari menyemarakkan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI), Gerakan Nasional Berbangga Berwisata (BWI) dan Beli Kreatif Danau Toba (BKDT) 2021 tersebut, Sihar Sitorus juga mengakui kalau KKSU ini cukup baik dalam mengakomodir kreasi anak bangsa agar terus bergerak.

Baik dalam sektor pariwisata dan juga menciptakan produk lokal dan nasional. Sementara itu, Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Sumut, Zumri Sulthony pada webinar itu menjelaskan lebih 2 tahun pandemi Covid-19 melanda Indonesia, kini kunjungan wisatawan Sumut kini berada di titik terendah.

Dimana pada tahun 2020, hanya sebanyak 444.400 orang wisatawan mancanegara yang berkunjung. Namun di Januari-Juni 2021 ini hanya 230 orang wisatawan mancanegara. Di tambah lagi dengan kondisi Covid-19, di mana PPKM di Sumut saja ada tiga daerah berada di level 4. Hal ini membuat sektor pariwisata tidak bisa bergerak, karena harus mengikuti aturan yang berlaku.

‘Akibat pandemi Covid-19, pariwisata terbatas sekali ruang geraknya, sektor transportasi, akomodasi.dan pendukung pariwisata lainnya sekarang ini benar-benar tiarap. Untungnya tidak tertidur. Makanya kita berikan awareness agar pariwisata kita tetap eksis dan berbenah diri," terangnya. [P4]

 

Komentar Anda

Berita Terkini