Pertama di Indonesia, BI Sumut bersama Pemko Medan dan Bank Sumut Luncurkan QRESTO

/

/ Senin, 27 April 2026 / 20.28 WIB


Wali Kota Medan Rico Waas (empat kiri) bersama Kepala Perwakilan BI Sumut Rudy Brando Hutabarat (lima kiri) pada launching QRESTO, sistem pembayaran pajak pada sektor hotel, restoran dan kafe (Horeka) di Sushi Tei, Sun Plaza Medan Senin (27/4/2026) sore. beritasore.co.id/laswie wakid  (foto:P4/ist)

PILAREMPAT.com - MEDAN :

Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara kolaborasi dengan Bank Sumut meluncurkan QRESTO, sistem pembayaran pajak pada sektor hotel, restoran dan kafe (Horeka) di Sushi Tei, Sun Plaza Medan Senin (27/4/2026) sore.

Launching QRESTO itu diresmikan Wali Kota Medan. Rico Waas, dihadiri antara lain Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara Rudy Brando Hutabarat, Direktur Teknologi Informasi  dan Operasional PT Bank Sumut  Sandhy Sofian, Kepala Kantor Perwakilan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) I Medan Jimmy Ardianto dan 

Kepala Divisi Pengawasan Perilaku PUJK, Edukasi dan Perlindungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Utara Yovvi Sukandar.


Launching QRESTO, perluasan penggunaan QRIS untuk pembayaran pajak pada sektor Horeka merupakan sistem pembayaran makanan, minuman di restoran, cafe dan hotel, namun untuk  pajaknya terjadi pemisahan dan langsung masuk ke rekening Pemda (Bapenda Medan). Sehingga potensi kenaikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) cukup besar.


Wali Kota Medan Rico Waas mengatakan QRESTO yang launching saat ini di Medan merupakan pertama kali di Indonesia. "Ini jjadi contoh daerah lain agar bisa jadi inspirasi," katanya.


Wali Kota mengakui bicara tentang pembayaran pajak daerah terkadang membingungkan masyarakat. Sekarang ada lagi namanya QRESTO. Apa itu QRESTO?


Rico menjabarkan kalau makan di restoran, ada bill (tagihan) plus pajaknya. Yakin nggak pajak itu masuk ke Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). Jadi setelah ada pendapatan dan dikalkulasi maka dibayar kepada Bapenda. Biasanya seperti ini self assessment sampai dua bulan lebih. "Syukur - syukur restoran jujur," ungkapnya.


Namun kita mau pajak makanan di restoran dan hotel yang dibayar masyarakat bisa langsung masuk ke kas Pemda (Bapenda).


"Saya sudah ke Mendagri untuk pajak daerah ini. Tapi seiring berjalannya waktu, BI bicara kalau pajak makanan, minuman bisa langsung displit atau dipisah masuk ke rekening daerah pada hari itu juga," katanya.


Inilah akhirnya ada QRESTO bagaimana pengelolaan pembayaran pajak yang akuntabel. "Jadi bagaimana pengelolaan keuangan dikerjakan secara profesional," katanya.


Ia mengucapkan terima kasih kepada Sushi Tei Sun Plaza yang sudah menjadi pilot project QRESTO sehingga menjadi perusahaan yang terintegritas. Beberapa keuntungan QRESTO,yaitu; Pajak dapat dicatat langsung pada hari itu juga ; Potensi kebocoran pajak dapat diminimalkan; Kepatuhan pajak dapat meningkat; Kepercayaan publik terhadap pengelolaan. keuangan daerah dapat dipercaya.

"Restoran yang berintegritas itu penting. Saya minta logo QRESTO dapat ditempelkan di Sushi Tei bahwa restoran ini sudah terintegritas," kata Rico.

Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumut, Rudy Brando Hutabarat mengucapkan terima kasih kepada  Pak Rico dan jajarannya yang energik sehingga beberapa program dapat dilaksanakan.

Kenapa BI serius dorong ini? Rudy mengatakan lihat konstelasi sekarang Pemda anggaran terbatas, padahal pembangunan tak bisa terbatas. Pembangunan harus dijalankan terus.

"Ujungnya bagaimana meningkatkan PAD dengan teknologi. Menurut hemat kami, tambah Rudy, PAD sangat besar dari pajak makanan hotel dan restoran. Makanya kami buat QRESTO.," ungkap Rudy.

"Ketika kita menggunakan QRIS di sini maka duitnya langsung dipilah mana untuk makanan dan pajak. Langsung bisa dilihat berapa pajaknya," jelas Rudy lagi

Menurut Rudy, dengan menggunakan QRESTO, langsung pajaknya masuk full, utuh. "Tingkat kebocoran jadi rendah," tegasnya.

QRESTO memang dibuat agar pemisahan pajaknya bisa cepat,  utuh, akurat, aman dan 

nyaman. "Karena tak perlu lagi menghitung pajak.QRISnya satu, manfaatnya banyak," ujar Rudy berpromosi.

Rudy menambahkan pihaknya akan terus melakukan ekstensifikasi QRESTO dengan pajak parkir dan intensifikasi akan dibuat di sejumlah daerah di Sumut seperti di Deliserdang.

"Ini juga tunjukkan ke publik, nyatanya kolaborasi itu bisa dilakukan," kata Rudy.

Direktur teknologi informasi  dan Operasional PT Bank Sumut Sandhy Sofian mengatakan 

Bank Sumut sebagai Bank Pembangunan Daerah (BPD) tak kalah dengan bank Himbara.

"Alhamdulillah kita punya satu produk QRESTO," kata Sandhy.

Ia menegaskan program ini tak bisa berjalan jika BI tak mendukung penuh. "Terima kasih Pak Rudy yang sudah memberi kepercayaan kepada kami. Insya Allah dijaga," ungkapnya.

Sandhy menyebut merchant seperti Sushi Tei tak direpotkan dengan perhitungan pajak. "Jadi Pemko bisa langsung lihat berapa pajaknya," kata Sandhy.

Bank Sumut, tambah Sandhy menargetkan program 1 juta merchant untuk akuisisi QRESTO. Ini tidak sedikit dan juga tak gampang. "Kami pastikan kami mempunyai roadmap ini jangka panjang dan kembangkan fitur dalam beberapa tahun ke depan," kata Sandhy.

Sandhy berharap dengan peluncuran QRESTO dapat mempercepat Pemerintah daerah Pemkab dan Pemko meningkatkan PAD.

Pada launching itu, Wali Kota Rico Waas fan Kepala Perwakilan BI Sumut Rudy Brando Hutabarat mengetes bayar makanan di Sushi Tei dan melihat langsung terjadi pemisahan pajaknya dan masuk ke rekening Bapenda di Bank Sumut pada detik itu juga. [P4 sya]

Komentar Anda

Berita Terkini