Pelestarian dan Pengembangan Tari Melayu Deli melalui Transformasi Digital Berbasis Pertunjukan Kontemporer

/

/ Senin, 10 November 2025 / 20.39 WIB


PILAREMPAT.com -- Medan :

Program Pengabdian kepada Masyarakat Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (DPPM Kemdiktisaintek) telah sukses melaksanakan kegiatan bertajuk “Pelestarian dan Pengembangan Tari Melayu Deli melalui Transformasi Digital Berbasis Pertunjukan Kontemporer.”

Program ini menggandeng Sanggar Sri Indera Ratu (SIR) sanggar tari tertua di Kota Medan yang berlokasi di kawasan Istana Maimun sebagai mitra utama. Kegiatan puncak berupa pertunjukan tari Melayu berbasis kontemporer digelar di Bundaran Istana Maimun, pada Minggu, 9 November 2025, menampilkan karya berjudul “Cahaya di Balik Irama.”

Acara ini dihadiri oleh Ketua Pelaksana, Nada Amirah, S.K.M., M.K.M., bersama tim dosen Dr. Elmina Tampubolon, S.K.M., M.Kes. dan Tedty Rohaya Tinambunan, S.S., M.Si., serta Jamilah Thahir, M.Pd. selaku kurator seni yang memastikan kesesuaian unsur budaya Melayu Deli dalam karya tersebut.

Turut hadir pula mahasiswa Institut Kesehatan Deli Husada Deli Tua, serta wisatawan lokal dan internasional yang antusias menyaksikan perpaduan antara seni tradisi dan kreasi kontemporer di kawasan bersejarah Istana Maimun Medan.

Program ini bertujuan untuk merevitalisasi Sanggar Sri Indera Ratu melalui tiga fokus utama, yaitu:

1. Penguatan partisipasi generasi muda,

2. Pengembangan inovasi pertunjukan Tari Melayu Deli dengan sentuhan kontemporer tanpa mengubah nilai tradisi, dan

3. Optimalisasi media digital sebagai sarana promosi dan publikasi karya seni.

Rangkaian kegiatan dimulai sejak 6 Oktober 2025 dengan sosialisasi kepada pengurus dan anggota sanggar, melibatkan tokoh masyarakat sekitar. Tahap ini bertujuan memperkenalkan program, menjelaskan manfaat, serta menyepakati jadwal pelaksanaan kegiatan.

Selanjutnya, pada 26 Oktober 2025, dilaksanakan Pelatihan Editing Digital dan Pengelolaan Media Sosial Sanggar yang diikuti oleh 20 peserta. Pelatihan ini difokuskan pada peningkatan keterampilan editing video menggunakan CapCut, Canva, dan ChatGPT, serta strategi branding digital.

Kemudian, pada 2 November 2025, program berlanjut ke Mentorship Seni dan Manajemen, berupa pendampingan intensif oleh mentor untuk memperkuat struktur organisasi sanggar, kepemimpinan, jadwal latihan, dan strategi promosi.

Tahapan berikutnya adalah latihan intensif untuk pertunjukan tari Zapin Melayu kontemporer yang dilaksanakan pada 5 dan 7 November 2025, dengan tema kesehatan mental sebagai pesan utama. Karya ini menggambarkan perjalanan emosional dari tekanan dan perundungan menuju kebersamaan dan keseimbangan diri, tetap berpijak pada nilai sopan santun dan kehalusan gerak khas Melayu Deli.

Melalui kegiatan ini, seni tradisi Melayu tidak hanya dilestarikan, tetapi juga diperkuat sebagai media edukasi, ekspresi, dan promosi budaya lokal di era digital. [P4/rel]

Komentar Anda

Berita Terkini