PILAREMPAT.com - MEDAN :
Untuk memastikan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) berjalan atau tersalur lancar hingga ke pasar -pasar tradisional, Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhanimelakukan inspeksi mendadak atau sidak ke Pasar Petisah dan Sei Sikambing Medan, Jumat (20/9/2025).
Sebelum Sidak itu dilakukan, Dirut Bulog turut mendampingi kegiatan kunjunan kerja Menko Pangan di Kota Medan. "Syukur alhamdulillah, kita saksikan bersama bahwa beras SPHP sudah tersalur di pasar-pasar tradisional," ucap Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.
Kepastian ketersediaan beras SPHP itu untuk meyakinkan masyarakat sehingga tidak perlu khawatir soal pasokan beras.
"Beras pemerintah sudah dipastikan menyasar ke seluruh pasar tradisional di Indonesia. Masyarakat bisa membeli dengan harga yang sesuai,"ujarnya.
Ahmad Rizal Ramdhani.menjelaskan, sesuai hasil rapat koordinasi, penyaluran beras SPHP memiliki tujuh saluran distribusi.
Mulai dari pengecer pasar tradisional, koperasi, institusi pemerintah seperti TNI/Polri maupun Pemda, RPK binaan Bulog, kerja sama dengan BUMN pangan, hingga retailer modern.
"Semuanya dilibatkan agar beras tersebut sampai ke seluruh penjuru tanah air," katanya.
Ia menjelaskan, hingga saat ini, Bulog telah menyalurkan sekitar 400 ribu ton beras SPHP, atau hampir 30 persen dari target nasional 1,3 juta ton.
Penyaluran beras SPHP diproyeksikan rampung hingga Desember 2025.
Selain beras, Bulog juga memastikan penyaluran minyak goreng dan gula berjalan lancar. Bahkan sebutnya, bantuan pangan bagi 18,2 juta keluarga penerima manfaat akan digulirkan pada September dan Oktober.
Terkait harga beras yang masih berfluktuasi di lapangan, Dirut Bulog menegaskan bahwa harga eceran tertinggi (HET) sudah diatur berdasarkan zonasi.
"Kalau gerakan pangan murah yang dilakukan TNI, Polri, maupun Pemda itu sifatnya insidentil, seperti bazar. Jadi harga bisa lebih rendah lagi," tandas Mayjen TNI Ahmad Rizal Ramdhani.
Bulog juga berkomitmen tetap menyerap gabah petani dengan harga maksimal Rp6.500 per kilogram sesuai petunjuk teknis terbaru.
"Jadi petani tidak perlu ragu, Bulog tetap menyerap gabah petani dengan harga sesuai ketetapan," pungkasnya. [P4/sya]

