Gelar Tatap Muka dengan Pejuang Kuliner di Lubuk Pakam, Bupati Asri Ludin : Penataan Jalan Diponegoro Jadi Pusat Kuliner Deli Serdang

/

/ Jumat, 05 September 2025 / 20.16 WIB




PILAREMPAT.COM - L.Pakam :


Dalam kesempatan bertemu dengan Bupati Deli Serdang, para pejuang kuliner pun menyampaikan aspirasi mereka. Bimo Tri, pemilik usaha piscok, menekankan pentingnya kepastian hukum bagi pedagang agar tidak lagi menjadi sasaran pungutan liar.

“Kami mendukung program penataan ini, tapi kami ingin legal standing yang jelas. Jangan sampai ada lagi pihak-pihak yang mengatasnamakan pejabat atau instansi untuk menarik pungutan dari pedagang,” tegasnya.

Sam, selaku pemilik usaha Uncle Sam menambahkan bahwa ide menjadikan Jalan Diponegoro sebagai barometer kuliner sangat bagus, tetapi harus ada penataan pendukung. “Kita semua setuju kalau jalan ini dijadikan ikon kuliner. Tapi harus ada kantong parkir, harus rapi. Kalau sudah bagus, kami pun siap menjaganya,” ujarnya.

Pertemuan ini merupakan yang kedua kalinya bagi pejuang kuliner setelah sebelumnya dilakukan di kantor camat, dan dihadiri oleh Forkopimcam, Satlantas Polresta Deli Serdang, Dinas Perhubungan, serta Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah. 

Dalam kesempatan bertemu dengan Bupati Deli Serdang, para pejuang kuliner pun menyampaikan aspirasi mereka. Bimo Tri, pemilik usaha piscok, menekankan pentingnya kepastian hukum bagi pedagang agar tidak lagi menjadi sasaran pungutan liar.

“Kami mendukung program penataan ini, tapi kami ingin legal standing yang jelas. Jangan sampai ada lagi pihak-pihak yang mengatasnamakan pejabat atau instansi untuk menarik pungutan dari pedagang,” tegasnya.

Sam, selaku pemilik usaha Uncle Sam menambahkan bahwa ide menjadikan Jalan Diponegoro sebagai barometer kuliner sangat bagus, tetapi harus ada penataan pendukung. “Kita semua setuju kalau jalan ini dijadikan ikon kuliner. Tapi harus ada kantong parkir, harus rapi. Kalau sudah bagus, kami pun siap menjaganya,” ujarnya.

Sementara itu, Ian, pemilik usaha ricebowl mengeluhkan penerapan jalur satu arah yang dinilai kurang efektif dan berdampak pada penjualan, terutama bagi mahasiswa dan pekerja yang beraktivitas malam hari. “Kami minta pemerintah mengevaluasi kebijakan ini dan melihat kembali waktu yang tepat untuk diberlakukannya jalur satu arah ini,” keluhnya.

Sementara itu, Ardi, pengusaha Bebek Goreng Mak Minah, menyoroti rencana car free day di Jalan Diponegoro. Ia berharap pemerintah juga memperhatikan akses bagi ojek online (ojol) agar distribusi makanan tetap lancar. [P4/rel/sya]
Komentar Anda

Berita Terkini