"Aura PIALA DUNIA 2022"

/

/ Minggu, 13 November 2022 / 09.22 WIB

"Aura Piala Dunia 2022"


"PIALA DUNIA yang lebih keren disebut banyak orang ‘World Cup’, menjadi ajang bergengsi empat tahunan turnamen sepak bola dunia terbesar di jagad raya. Tahun 2022 ini, Qatar oleh FIFA (Federation Internationale de Football Association) ditunjuk menjadi tuan rumah putaran final ke-22 Piala Dunia yang memperebutkan Tropi Piala Dunia FIFA yang dulunya (Tahun 1930-1970) bernama Tropi Piala Jules Rimet.

Turnamen yang berlangsung di lima kota terbesar di Qatar itu, dijadualkan pada 20 November hingga 18 Desember 2022, diikuti 32 peserta/negara (dari 5 konfederasi) yang bergabung di FIFA. Ada kondisi yang berbeda mewarnai World Cup 2022 tahun ini. Masih terjadinya konflik global dan geopolitik di beberapa negara. Sebut saja, perang antara Rusia dan Ukraina yang kita liat di media massa, masih berkecamuk. Sejumlah negarapun sangat serius mewaspadai ancaman perang tersebut. Imbasnya berdampak pada ekonomi global yang mulai mengalami resisi/krisis. Tidak saja negara-negara kecil dan berkembang di benua Afrika, Asia dan benua Amerika yang mengalaminya, tapi juga negara-negara maju yang selama ini dikenal perekonomian yang mapan, seperti Amerika Serikat dan sejumlah negara di Eropa mengalami inflasi tinggi alias ekonominya ‘terseok-seok’. 

Menjadi kebiasaan, menjelang Piala Dunia, minimal sebulan sebelum turnamen yang menyedot perhatian puluhan juta pemirsa/penonton baik langsung menyaksikannya di stadion maupun di siaran televisi itu, sudah sangat terasa auranya. Di mana-mana, geliatnya dan semaraknya terasa dan tampak jelas, di pelosok kampung/desa, pesisir pantai hingga di kota-kota besar. Di warung kopi tradisional, rumah makan/restoran, loby hotel sampai di kafe-kafe anak muda milenial,  ramai dan semarak. Ya, semua orang membicarakan Piala Dunia. Namun yang kita liat hari ini, seminggu menjelang turnamen ini berlangsung, tampaknya biasa-biasa saja, tidak begitu terlihat aura atau energinya. 

Di media massa, baik media lokal, nasional dan media luar negeri,  seakan kurang fokus dan kurang energinya dalam melaporkan dan mengupas suasana World Cup 2022. Paling tidak, ada analisis dari pengamat sepak bola, begitu juga liputan, laporan dan komentar para tokoh masyarakat sepak bola, penghobi si ‘kulit bundar’ ini, terhadap tim nasional/kesebelasan yang bertanding di setiap grup, negara mana saja yang dijagokan lolos ke babak berikutnya hingga sampai ke babak Semi Final dan Final bahkan yang berpeluang menjuarai World Cup 2022 ini. Semestinya suasana itu sudah ramai diperbincangankan publik. Nah, wajar kalau respon publik pun terasa berkurang atau tak 'seheboh' dibanding  saat berlangsungnya Piala Dunia pada tahun-tahun sebelumnya.

Ibarat seorang gadis yang dahulunya begitu indah nan cantik, semarak Piala Dunia tahun ini, bisa didiskriptifkan aura 'kecantikannya' mulai berkurang. Mungkin disebabkan kondisi ekonomi dan konflik global tersebut. Inikah tampaknya Aura Piala Dunia 2022 ini 'Tak Seindah' dulu lagi??!." ( Muhammad Isya, S.Sos, M.I.Kom ).

 






Komentar Anda

Berita Terkini