-->

Melalui Sistem E-Parking, Bobby Selamatkan PAD Parkir

/

/ Sabtu, 16 Oktober 2021 / 10.38 WIB

  

MEDAN—PILAREMPAT.COM | Di bawah kepemimpinan Wali Kota Medan Bobby Nasution, penerimaan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor perparkiran menjadi salah satu hal penting untuk diperhatikan. Sebab, sering terjadi kebocoran selama ini sehingga target yang telah ditetapkan acap kali tidak tercapai. Padahal potensi parkir cukup besar sehingga jika dikelola dengan baik tentunya dapat menjadi primadona untuk pemasukan PAD Kota Medan.

Menyikapi kebocoran itulah, Bobby Nasution pun menerapkan sistem digitalisasi dalam pengelolaan parkir di Kota Medan. Kebijakan ini merupakan kali pertama dilakukan seorang Wali Kota di Kota Medan dalam upaya menyelamatkan kebocoran PAD dari sektor perparkiran. Setelah berhasil di Kawasan Kota Lama Kesawan, Bobby Nasution ingin titik e-parking ditambah.

Untuk itu, Pemko Medan melalui Dinas Perhubungan Kota Medan dalam waktu dekat ini akan menambah titik e-parking. Ada 22 titik lokasi e-parking di 8 kawasan di Kota Medan akan menerapkan  sitem digitalisasi melalui e-parking. Selain mencegah kebocoran, Bobby Nasution pun berharap melalui e-parking ini semakin  memberikan kemudahan bagi masyarakat saat membayar parkir.

Selain itu, menantu Presiden RI Joko Widodo tersebut juga mengungkapkan, penerapan e-parking ini dilakukan untuk membantu Pemko Medan melihat, memantau, mengecek serta memastikan besaran PAD yang didapat dari sektor perparkiran tersebut.

“Penerapan sistem digitalisasi melalui e-parking dengan pembayaran non tunai akan terus diupayakan. Sebab, melalui  e-parking ini akan memberikan dua manfaat. Pertama bagi masyarakat tentunya mempermudah pembayarannya, sedangkan yang kedua bagi Pemko Medan untuk mempermudah memantau berapa sebenarnya PAD yang masuk atau diterima dari sektor perparkiran,” kata Bobby.

Diakui Bobby Nasution, selama ini pemasukan yang diperoleh  dari sektor perparkiran belum termonitor dengan baik. Sebagai contoh, terangnya, apakah di satu ruas jalan dalam satu bulan masuknya sebesar Rp. 20 juta itu apakah sudah rill atau malah banyak yang beralih masuk ke kantong pribadi ataupun orang yang tidak bertanggung jawab. "Jadi melalui e-parking ini, selain ingin melihat pemasukan yang rill, juga untuk mencegah terjadinya kebocoran sumber PAD," ungkapnya.

Atas dasar itulah dalam waktu dekat, Bobby Nasution mengungkapkan, Pemko Medan akan menambah 22 titik lokasi di 8 kawasan. “Artinya, kita lakukan secara bertahap dahulu, karena perlu dilakukan sosialisasi agar masyarakat dapat mengetahuinya,” jelasnya seraya mengungkapkan bahwa sistem E-parking yang diterapkan tidak akan mengurangi lapangan kerja. Sebab, para juru parkir (jukir) yang ada selama ini  akan tetap diberdayakan.

Kebijakan Bobby Nasution untuk menerapkan e-parking mendapat sambutan baik dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Sumatera Utara (FEB USU) Wahyu Ario Pratomo. Dikatakan Wahyu, penerapan e-Parking merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan daerah untuk mengoptimalkan potensi penerimaan daerah dari retribusi parkir.

“Penerapan e-parking sudah lama diberlakukan di kota besar lainnya seperti Jakarta, Bandung dan kota lainnya di Indonesia. Hasilnya terjadi peningkatan penerimaan dari retribusi parkir. Jika parkir dipungut secara manual, maka kebocorannya tinggi, karena penerimaan dari retribusi parkir tersebut tidak sepenuhnya menjadi penerimaan daerah. Uji coba penerapan e-parking di daerah Kesawan  menjadi bukti dan terbukti efektif meningkatkan penerimaan daerah dari retribusi parkir,” bilang Wahyu  saat dihubungi.

Diungkapkannya, kebijakan menambah 22 titik lokasi penerapan e-parking akan memberikan dampak yang lebih besar lagi. Sebab, imbuhnya, secara akumulatif akan menyumbang peningkatan penerimaan retribusi parkir di masing-masing tempat. Perubahan transaksi dari tunai menjadi non tunai akan meningkatkan transparansi penerimaan daerah.

“Selama ini ada sejumlah pihak yang menikmati kondisi tersebut. Namun yang perlu diantisipasi  selanjutnya adalah akan terjadi pergeresan operasional pekerja parkir. Daerah pinggiran di Kota Medan akan menjadi wilayah baru operasional pekerja parkir konvensional yang tergantikan oleh sistem e-parking. Dengan demikian semakin banyak daerah di Kota Medan yang akan dikenakan retribusi parkir apalagi jika di daerah tersebut ada kegiatan ekonomi seperti perdagangan, restoran dan lain-lain,” tambahnya.

Dengan sistem e-parking, sambung Wahyu, jelas akan meningkatkan PAD karena tidak ada kebocoran. Bahkan, ini akan mengganggu penerimaan sejumlah oknum yang selama ini menikmatinya. Oleh karenanya, terang Wahyu, langkah Bobby Nasution merupakan kebijakan yang sangat strategis dalam upaya meningkatkan penerimaan daerah.

“Kota Medan merupakan kota besar yang seharusnya memiliki sumber penerimaan daerah yang besar pula. Kota metropolitan dengan penduduk yang banyak. Dengan demikian belanja publik untuk memberikan pelayanan yang optimal juga menjadi tinggi. Upaya Pak Walikota Medan saat ini memang sangat tepat agar Kota Medan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik bagi masyarakat Kota Medan,” pungkasnya. [P4]


Komentar Anda

Berita Terkini