-->

Sinergitas Manajemen PTPN IV dengan SP-Bun

/

/ Senin, 10 Desember 2018 / 12.08 WIB




Medan (Pilarempat.com)---Menjelang berakhirnya tahun 2018, masing-masing General Manajer Distrik (GMD) I, II, III dan IV mengadakan rapat kerja (raker), yang juga dihadiri oleh Manajer Kebun, Ketua dan Anggota Serikat Pekerja Perkebunan (SP-Bun) serta karyawan di masing-masing distrik dan acara seperti ini memang rutin dilakukan di tiap distrik atau kebun, sebut Corporate Secretary PTPN IV BM Setio Baskoro, Kamis (29/11/2018) di Medan.

Sewaktu ditanya terkait aksi damai yang terjadi di depan Kantor Direksi PTPN IV Kamis 29/11/2018, yang mana disebutkan bahwa mereka adalah SP-Bun Basis, yang menginginkan Ketua Umum SP-Bun saat ini Wispramono Budiman supaya dicopot, BM Setio Baskoro mengatakan bahwa “setahu kami saat ini (Kamis 29/11/2018) semua Ketua dan Pengurus SP-Bun Basis sedang melakukan raker di masing-masing Distrik I, II, III dan IV atas undangan GMD dan dalam rapat melibatkan seluruh SP-Bun PTPN IV dan manajemen Kebun/ Pabrik serta sebagian karyawan untuk membahas pencapaian target 2018, mengingat akhir tahun tinggal sebulan lagi”.

Terkait aksi damai didepan Kantor PTPN IV yang mengatasnamakan SP Bun basis, kami masih meneliti identitas karyawan tersebut, karena sesuai peraturan disiplin karyawan bahwa pabila karyawan kebun/ pabrik yang berkunjung ke Kantor Direksi harus disertai surat tugas/ nota dinas dan mengenakan atribut karyawan, kata BM Setio Baskoro.

Sedangkan kami lihat mereka yang melakukan aksi damai tidak membawa surat tugas/ nota dinas juga bukan karyawan Kantor Direksi. Sampai sekarang belum ada surat permohonan melakukan aksi damai, sebut BM Setio Baskoro.

Apabila memang mereka ternyata SP-Bun Basis, ada mekanismenya apabila menginginkan Ketua Umum SP-Bun diganti. Dalam hal ini manajemen tidak ikut campur dalam pemilihan atau pemberhentian Ketua Umum SP-Bun, tegas BM Setio Baskoro.

Terkait aksi damai didepan Kantor PTPN IV yang mengatasnamakan SP Bun basis, kami masih meneliti identitas karyawan tersebut, karena sesuai peraturan disiplin karyawan bahwa pabila karyawan kebun/ pabrik yang berkunjung ke Kantor Direksi harus disertai surat tugas/ nota dinas dan mengenakan atribut karyawan, kata BM Setio Baskoro.

Sedangkan kami lihat mereka yang melakukan aksi damai tidak membawa surat tugas/ nota dinas juga bukan karyawan Kantor Direksi. Sampai sekarang belum ada surat permohonan melakukan aksi damai, sebut BM Setio Baskoro.

Apabila memang mereka ternyata SP-Bun Basis, ada mekanismenya apabila menginginkan Ketua Umum SP-Bun diganti. Dalam hal ini manajemen tidak ikut campur dalam pemilihan atau pemberhentian Ketua Umum SP-Bun, tegas BM Setio Baskoro. [P4]

Komentar Anda

Berita Terkini