Ahli Waris Sebut Sengketa Warenhuis dan Pemko Medan Belum Terselesaikan

/

/ Jumat, 06 Maret 2026 / 11.47 WIB


PILAREMPAT.com - Medan :

Salah seorang ahli waris gedung Warenhuis, Ismail mengingatkan pihak Pemerintah kota (Pemko) Medan terkait keberadaan bangunan bersejarah berupa supermarket pertama di kota Medan yang terletak di Jalan Hindu /Jalan Ahmad Yani VII, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara (Sumut)

Ismail yang mewakili seluruh ahli waris dan keturunan G Dalip Singh Bath yang mendirikan Warenhuis itupun menyebutkan bahwa urusan bangunan bersejarah di ibukota Provinsi Sumatera Utara (Sumut) harus diperjelas oleh Rico Waas selaku Walikota Medan pengganti Bobby Afif Nasution yang kini duduk sebagai Gubernur Sumut.

Menurut Ismail kepada para wartawan melalui Videocall, Rabu (4/3/2026) malam, dari bukti-bukti yang dan proses hukum yang dijalankan, terbukti kalau Warenhuis merupakan milik seluruh ahli waris dari G Dalip Singj Bath.

Namun pihaknya memastikan kalau seluruh ahli waris bersikap terbuka dengan keinginan Pemko Medan jika ingin menggunakan Warenhuis, termasuk menjadikannya sebagai cagar budaya atau bangunan bersejarah.

“Tetapi jangan cederai aturan atau kepercayaan dari kami selaku ahli waris Warenhuis. Kalau (Warenhuis – red) mau digunakan, silahkan gunakan aturan dan tahapan yang ada,” ucapnya.

Jika mau dijadikan cagar budaya, pihaknya meminta proses legalitas yang jelas dan transparan, termasuk bila Pemko Medan berniat menggunakan nama lain untuk bangunan yang didirikan oleh kakek mereka itu.

Ismail mengingatkan Pemko Medan kalau kepemilikan Warenhuis sudah melalui tiga tahapan pengadilan yang ada, dan kini bahkan seluruh berkas yang ada, baik dari dalam maupun luar negeri telah dilimpahkan ke Mahkamah Agung (MA).

Ismail menuturkan, sesungguhnya seluruh keluarga besar mereka sebagai ahli waris sangat mendukung seluruh program pembangunan kota Medan, termasuk biaya baik dalam penggunaan Warenhuis.

“Yang penting kami selaku ahli waris diajak bicara. Yang penting seluruh tahapan yang ada harus dijalankan. Kami sangat fleksibel dalam urusan ini,” tegas Ismail. [P4/rel/sya]

Komentar Anda

Berita Terkini