Bencana Langkat dan Aceh Picu Kerugian Rp 1 Milyar per Hari di Pasar Induk Lau Chi

/

/ Jumat, 12 Desember 2025 / 18.02 WIB


Gunawan Benjamin (foto :P4/istimewa)

PILAREMPAT.com -- Medan :

Bencana alam yang melanda pulau Sumatera tanpa terkecuali Sumatera Utara (Sumut) telah meninggalkan duka yang cukup mendalam bagi kita semua. Bencana telah merenggut kerugian baik dari sisi materi maupun nyawa yang jelas tak ternilai harganya. 

Selain itu tatanan ekonomi masyarakat juga terganggu dengan bencana tersebut. Salah satu yang paling terlihat adalah penurunan omset penjualan di pasar induk Lau Chi, Tuntungan Medan.

Pengamat ekonomi dan akademisi UISU Medan, Gunawan Benjamin, S.Kom, M.Si kepada Pilarempat.com, Jumat (12/12/2025) mengatakan, Pasar induk Lau Chi dominan melakukan penjualan bahan kebutuhan pangan hortikultura seperti cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, tomat, kol, kentang serta sjeumlah sayur sayuran lainnya. Dan sejumlah wilayah seperti Langsa, Kuala Simpang, Besitang, Tanjung Pura, Pangkalan Berandan kerap melakukan pembelian komoditas pangannya ke pasar induk Tuntungan (Lau Chi).

"Dari hasil pemetaan yang saya lakukan, kota Langsa setidaknya membutuhkan 3 sampai 5 ton kentang per hari dari tuntungan. Disusul kemudian cabai merah sekitar 3 sampai 4 ton per hari, Kol 700 Kg hingga 2 ton, bawang merah 300 Kg hingga 600 Kg, wortel 500 hingga 1 ton per hari, Tomat 400 Kg hingga 1 Ton per hari. Serta sejumlah kebutuhan pangan hotikultura lainnya," ungkap Gunawan Benjamin.

Ia menghitung, setidaknya Langsa memberikan kontribusi belanja di Lau Chi paling sedikit sekitar 356 juta per hari. Dimana angka tersebut belum memasukan bawang putih, terong, labu serta sejumlah kebutuhan pangan hortikulutra lainnya. Itu baru kontribusi belanja tanaman pangan horti dari wilayah kota Langsa. 

"Belum lagi berbicara kontribusi belanja dari wilayah Kuala Simpang dan Besitang," ujar Gunawan yang juga Ketua Tim Pemantau Harga Pangan Sumut ini.

Laanjut Gunawan, dimana jika ditotal dari ketiga wilayah tersebut, pasar Induk Lau Chi berpeluang alami kerugian dari sisi penurunan omset paling sedikit 610 juta per hari. Dalam sepekan pertama bencana yang melanda Sumut Aceh, kota Tanjung Pura dan Berandan juga sempat tidak melakukan aktifitas belanja di pasar induk Lau Chi. Sehingga potensi penurunan omset kala itu bisa mencapai 1 Milyar per hari.

Saat ini, berdasarkan penuturan dari pedagang di Lau Chi, wilayah Tanjung Pura dan Berandan sudah memulai kembali berbelanja ke pasar induk Lau Chi, Namun rutinitas belanja dari wilayah Aceh Tamiang dan Kota Langsa masih sangat minim atau bahkan bisa diabaikan. Hal ini menunjukan bahwa geliat ekonomi di Aceh Tamiang hingga kota Langsa belum sepenuhnya pulih.

"Kita berharap ada progress pemulihan segera untuk sejumlah wilayah tersebut. Karena kerugian yang diakibatkan bencana juga pada dasarnya juga dirasakan oleh wilayah lainnya. Geliat ekonomi yang terpuruk di wilayah bencana juga memberikan dampak buruk bagi aktifitas wilayah ekonomi lainnya, sekalipun wilayah tersebut relatif aman dari bencana," paparnya.

Ia pun berharap bahwa minimnya belanja dari wilayah Aceh Tamiang (kuala simpang), Langsa, Besitang, Brandan, Tanjung Pura tidak lantas menggambarkan realita minimnya pasokan bahan pangan ke wilayah tersebut. 

"Tentunya uluran tangan dari kita semua untuk membantu keluarga kita yang tertimpa bencana, bisa membantah bahwa penurunan omset yang terjadi di pasar induk Lau Chi bukanlah gambaran ketiadaan bahan pangan bagi saudara kita yang tertimpa bencana," pungkas Gunawan. [P4/sya]

Komentar Anda

Berita Terkini