PILAREMPAT.com - Pematang Siantar :
Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional, DHC BPK 45 berkolaborasi dengan Perwakilan Bank Indonesia Kota Pematangsiantar mengadakan nobar (nonton bareng) film sejarah Pahlawan Tjut Nyak Dien, di Aula Sisingamangaraja XII, Gedung Bank Indonesia Kota Pematangsiantar, Rabu (30/7/2025).
Kegiatan nobar film sejarah
ini tak terlepas dari peran Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kota Pematangsiantar
memberikan support dan memfasilitasi salah satu Program Kerja Tahunan DHC BPK
45 dengan tujuan menggelorakan Jiwa, Semangat, Nilai-nilai Kejuangan 45 kepada
Generasi Muda dan sekaligus memberikan sosialisasi cinta, bangga, paham Rupiah.
Sebagai pelaksana kegiatan ini yaitu ; Stefanus, Rudi dan Sabar dari BI berkolaborasi dengan Sekretaris DHC BPK 45, Drs Azhar Nasution dan Hery Candra Siregar.
Sekretaris DHC BPK 45 mengucapkan Terima Kasih kepada Pimpinan
Perwakilan Bank Indonesia Kota Pematangsiantar atas support dan fasilitas yang
diberikan untuk kegiatan nonton bareng film sejarah Tjut Nyak Dien.
Nonton bareng dihadiri Plt
Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Ir. Ali Akbar, Kepala Perwakilan Bank
Indonesia Kota Pematangsiantar, Muqorobin, Kapolres Kota Pematangsiantar
diwakili Kasat Binmas Iptu Maxi J. Manurung, SH, Kepala Kejaksaan kota
Pematangsiantar diwakili Dinda, Pakar Sejarah USI, Dr. Corry,M.Si, Kepala Dinas Pendidikan, Muhammad Hamdani Lubis,SH, Ketua Dewan Paripurna
DHC45, H.Mariaman Naibaho,SH, Ketua Harian DHC45 diwakili Wakil Ketua II, Dr.Ir.Robert Tua Siregar beserta Pengurus Harian dan peserta nonton Bareng
Siswa/i Tingkatan SMP/SMA/SMK dan Mahasiswa.
Ketua Dewan Paripurna DHC BPK 45, H.Mariaman Naibaho, SH dalam kata sambutannya mengatakan, pemanfaatan waktu sebaik-baiknya bagi anak Bangsa demi masa depan dan menumbuhkan Cinta Berbangsa dan Bernegara sebagai Insan Berakhlak Mulia.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar, Muqorobin mengatakan, dalam kata sambutannya mengapresiasi kegiatan ini di inisiasi oleh DHC BPK 45 Kota Pematangsiantar, dan sedikit memberikan pantun ”Beli mangga di pasar pagi, pejuang 45 teladan kami“.
Uang dalam konteks perjuangan, diungkap Robbin bukan hanya sekedar alat tukar, tetapi menjadi simbol kedaulatan dan identitas Nasional,Mata uang Rupiah menjadi pengingat akan perjuangan Pahlawan dalam melawan Penjajah dan mempertahankan Kemerdekaan.
"Penggunaan gambar Pahlawan diharapkan dapat menumbuhkan rasa cinta
tanah air, semangat nasionalisme dan kebanggaan terhadap sejarah bangsa, bisa
juga menjadi media pembelajaran, memperkenalkan kepada generasi
muda,tokoh-tokoh Pahlawan dan nilai-nilai perjuangan mereka, serta menjadi
simbol persatuan dan kesatuan Bangsa," jelas Muqorobin.
Dengan harapan diadakan Nobar Film Sejarah Tjut Nyak Dien ini menjadi sarana
belajar sejarah yang menarik terutama bagi generasi Muda yang dicanangkan
sebagai Generasi Milenial menuju Generasi Emas 2045 yang
berkompeten, berkualitas,mempunyai daya saing tinggi dapat memperkuat rasa
persatuan dan kebersamaan serta dapat menjadi inspirasi dan motivasi bagaimana
Pahlawan kita berjuang demi kemerdekaan. [P4]