Kawanan Maling Santroni Rumah Wartawan Media 24Jam, dan Segera Melapor Kejadian ke Polsek Terdekat

/

/ Minggu, 17 Maret 2024 / 12.15 WIB

Medan, PILAREMPAT.com - Memasuki hari kelima bulan suci Ramadhan 1445 ,H bertepatan Sabtu, (16/3/2024) kediaman rumah wartawan harian Media 24 Jam, Muhammad Syaiful, di Jalan Berigjend Katamso Gg.Nasional No.41 Kelurahan Seimati Kecamatan Medan Maimun, dimasuki para kawanan Maling dan menggasak barang- barang berharga akibatnya korban mengalami kerugian ratusan ribu rupiah 

Berdasarkan informasi dari Abang korban M.Syaiful, Ramli Usman, diduga kawanan Maling ini masuk kerumah dari pintu belakang yang ketika itu kondisinya sama sekali tidak terkunci karena baru  ditinggal Abang Wartawan Media 24 jam, lainnya yakni Anas Suhedi untuk bekerja.

"Diperkirakan kawanan maling ini masuk dari pintu dapur belakang, sekitaran pukul 07.00 Wib, apalagi saat itu suasana Gg Nasional tersebut terasa sepi karena Abang korban M.Syaiful yang menempati rumah tersebut baru saja terlelap ketiduran karena baru  melaksanakan makan sahur." kata Ramli.

Dia mengatakan peristiwa ini baru diketahuinya, usai dirinya baru terbangun tidur sekira pukul 10.00 Wib, dimana pada saat itu dia ingin mencari barang- barang yg dicarinya ternyata tidak ditemukan lagi.

"Saya sudah mencari kemana-mana mana, barang yang ingin saya cari, bahkan ketika saya naik ke lantai dua alangkah terkejutnya seisi barang -barang yang ada sudah ludes dibawah kabur oleh maling yang diduga malingnya bukan orang luar masih warga disana," kata M.Syaiful.

Akibat peristiwa ini, terang dia lagi, keluarganya mengalami kerugian hingga mencapai ratusan ribu rupiah. Pihaknya juga dalam waktu dekat akan melaporkan kejadian ini ke aparat kepolisian diwilayah hukum (Wilkum) terdekat.

Diungkap Syaiful, seraya menambahkan pembongkaran rumah warga oleh kawanan maling disana bukan kali ini saja terjadi, ini sudah sering kali terjadi, namun pelakunya sampai saat ini  belum juga ditangkap.

Maraknya pencurian rumah oleh kawanan maling di GG Nasional, diduga dengan semakin tingginya peredaran narkoba di wilayah hukum disana.[P4]

Komentar Anda

Berita Terkini