-->

KONI Sumut Gagal Pertahankan Peringkat di PON Papua, Wakil Ketua Komis E: Sangat Wajar Dievaluasi

/

/ Selasa, 26 Oktober 2021 / 23.59 WIB

MEDAN--PILAREMPAT.COMWakil Ketua Komisi E DPRD Sumatera Utara (Sumut), Hendra Cipta mengatakan, sudah sepantasnya Gubernur Sumut (Gubsu) Edy Rahmayadi melalakukan evaluasi terhadap Ketua Komite Nasional Olahraga Nasional (KONI) John Ismadi Lubis. 

Pasalnya, prestasi atlit yang mengikuti pegelaran Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua XX yang telah usai diselenggaran sangat mengecewakan. Sebab sebelumnya, Sumut berada di peringkat 9, namun, saat PON Papua menajadi peringkat 13. 

"Komisi E prihatin dengan prestasi olahraga sumut yang melorot dari PON sebelumnya, ini bukti bahwa kegagalan KONI Sumut sebagai induk organisasi dari semua cabang olahraga, yaitu dalam hal pembinaan terhadap seluruh cabor yang dianggap mampu meraih medali di PON Papua," kata Hendra kepada Waspada online, Selasa (26/10/2021). 

Dia menyebutkan, kegagalan ini sangat mempengaruhi kesiapan Sumut untuk menjadi panitia maupun prestasi atlitnya untuk PON di 2024 mendatang. Sehingga menurutnya, hal ini harus mendapat perhatian serius dari Pemerintah Provinsi Sumut (Pemprovsu) dan KONI. 

"Jadi kalau kita mau mengevaluasi KONI hari ini, sudah sepantasnya dilakukan evaluasi, kesiapan untuk PON itu sudah tidak lama lagi, karna PON yang akan datang sebagai tuan rumah. Jadi kita harus sukses dalam prestasi dan juga selaku tuan rumah," ujarnya. 

Dengan demikian, Ketua Fraksi Partai Amanat Nasioanal (PAN) ini menilai, bahwa sangat wajar jika Gubsu Edy Rahmayadi ingin melakukan evaluasi terhadap Ketua KONI. Namun lanjutnya, evaluasi yang dilakukan tentunya tidak hanya kepada Ketua KONI saja. 

"Tidak hanya evaluasi Ketua, tentunya juga program-program KONI, kemudian program pembinaan terhadap olahraga yang ada di sumut, menjadi perhatian serius oleh pemprovsu," ungkapnya. 

Sebab, Komisi E menilai ada yang salah dalam pengelolaan KONI Sumut. Padahal, dari segi anggaran yang miliki KONI sudah sangat lebih dari cukup. 

"Kami melihat bawah KONI yang lalu itu kesiapannnya tidak cukup matang,  program itu memang terkendala karena covid-19. Akan tetapi itu tidak serta merta dijadikan alasan atas turunya prestasi olaharaga Sumut. Dan itu sudah sangat pantas untuk dieveluasi," pungkasnya. [P4]

Komentar Anda

Berita Terkini