-->

Desember 2019, Kota Lhokseumawe Alami Inflasi Sebesar 0,60 Persen

/

/ Sabtu, 04 Januari 2020 / 07.22 WIB

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Lhokseumawe (foto:P4/istimewa) 

PILAREMPAT.COM,LHOKSEUMAWE | Desember 2019, Kota Lhokseumawe tercatat mengalami inflasi sebesar  0,60% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan November 2019 sebesar 0,02% (mtm)  namun lebih rendah dibandingkan inflasi Desember 2018 sebesar 1,05 % (mtm).


Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kantor Lhokseumawe , Yufrizal  Jumat ,3 Januari 2020 mengatakan, dua kota lain yang menjadi lokasi penghitungan inflasi di Provinsi Aceh yaitu Banda Aceh sebesar 0,46% (mtm), sementara Meulaboh tercatat mengalami deflasi sebesar (-) 0,19% (mtm)

Secara agregat, Provinsi Aceh mengalami inflasi sebesar 0,42% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar (-) 0,12% (mtm) serta inflasi nasional sebesar 0,34% (mtm),” ujar Yufrizal.

Berdasarkan perkembangan tersebut, inflasi tahunan Kota Lhokseumawe pada periode Desember 2019 sebesar 1,20% (yoy) atau berada di bawah kisaran sasaran inflasi 3,5% ±1% (yoy).

Dijelaskannya, Inflasi Kota Lhokseumawe bulan Desember 2019 terutama bersumber dari kenaikan harga pada komponen Volatile Food dan Inflasi Inti yang tercatat inflasi masing-masing sebesar 1,93% (mtm) dan 0,14% (mtm).

Sementara itu, komponen Administered Price tidak mengalami perubahan.
Komponen Volatile Food pada bulan Desember 2019 mengalami inflasi sebesar 1,93% (mtm), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar (-) 0,94% (mtm).

Lima komoditas yang memberikan andil inflasi antara lain udang basah (0,26%), bawang merah (0,16%), tomat sayur (0,09%), jeruk nipis (0,08%) dan cumi-cumi (0,07%).

 Komoditas yang memberikan andil deflasi terbesar yaitu tongkol/ambu-ambu (-0,21%), cabai merah (-0,06%), cabai rawit (-0,04), cabe hijau (-0,03), dan bandeng (-0,02%).


Lebih lanjut Kepala BI Lhokseumawe mengatakan  Kenaikan harga pada bulan Desember 2019 utamanya disebabkan masih tingginya kebutuhan pangan masyarakat seperti sayuran, buah, dan daging ayam drk kendhuri maulid nabi dan usaha kuliner. Di samping itu, khusus untuk komoditas bawang merah, minimnya panen petani lokal sehubungan dengan musim hujan membuat pedagang mengandalkan pasokan dari luar Aceh.


Komoditas inflasi inti didorong oleh kenaikan harga cat kayu/cat besi. Secara tahunan, komponen inti mengalami inflasi sebesar 2,88% (yoy).


Ke depan, inflasi akan tetap dijaga sehingga berada pada sasaran inflasi 2020, yaitu 3,0±1%. Untuk itu, koordinasi antara Pemerintah, Bank Indonesia dan lembaga terkait yang tergabung dalam Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus diperkuat dalam menghadapi sejumlah risiko yang dapat mendorong kenaikan harga. (P.4/zky)

Komentar Anda

Berita Terkini