-->

Jaringan Generasi keLima '5G' dan WiGig di Depan Mata?!

/

/ Rabu, 22 Agustus 2018 / 01.25 WIB


PILAREMPAT.com | Era internet cepat sudah di depan mata. 5G dan WiGig akan menjadi dua teknologi penghantar internet cepat di masa depan. Keduanya pun sudah dilakukan uji coba di Indonesia.

Sebelum membahas lebih jauh soal uji coba tersebut, perlu disampaikan bahwa 5G merupakan jaringan generasi kelima setelah lahirnya 4G.Generasi terbaru ini bisa memberikan kecepatan hingga 20 Gbps atau berkali lipat lebih cepat dari 4G.Selain itu latensi yang dihadirkan 5G juga lebih kecil ketimbang 4G.Semakin kecil latensi, maka semakin cepat eksekusi dijalankan ketika perintah diberikan. Hal ini bermanfaat bagi mereka yang gemar bermain game online.

5G juga mampu mendukung koneksi simultan hingga sekitar 2.000 pengguna aktif. Dari sisi energi, teknologi 5G memerlukan energi yang lebih hemat, yaitu mampu 1.000 kali lebih efisien dibandingkan dengan teknologi perangkat yang digunakan hari ini. Karena kemampuan ini pula, 5G mampu mendukung lahirnya sejumlah layanan baru seperti mobil otonom, otomatisasi dan robotik dalam industri, juga aplikasi kedokteran.

Sementara itu, teknologi WiGig memiliki keunggulan spesifik antara lain berupa koneksi ke rumah dengan kecepatan tinggi hingga 7 Gbps dan melengkapi area yang tidak dijangkau fiber optik serta instalasi perangkat di rumah dengan mudah karena ukurannya yang kecil. WiGig dikembangkan oleh Wireless Gigabit Alliance yang menghantarkan koneksi tujuh kali lebih cepat dari WiFi saat ini.

Secara umum, uji coba penerapan teknologi 5G ini menggunakan frekuensi khusus yaitu 28 GHz sementara WiGig menggunakan frekuensi 60 GHz. Jaringan 5G digunakan untuk perangkat end-to-end radio dan core yang terhubung ke perangkat pengguna.Sedangkan WiGig menggunakan sistem end-to-end yang terhubung ke perangkat home unit.

XL Axiata
Uji coba penggunaan 5G dan WiGig dilakukan oleh operator XL Axiata di Kota Tua, Jakarta Barat. Dalam kesempatan tersebut keduanya coba diterapkan pada sejumlah aktivitas pengelolaan lingkungan perkotaan.Uji coba disakasikan oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Kepala Jakarta Smartcity Pemprov DKI Setiaji, dan Presiden Direktur XL Axiata Dian Siswarini.

Sesi demo 5G dilakukan penerapan pada pengelolaan sampah, pengelolaan taman, peliharaan kebersihan sungai, serta WiGig untuk kamera surveillance (CCTV) dan layanan Internet kecepatan tinggi melalui WiFi.

Saat demo pengelolaan sampah, teknologi 5G dimanfaatkan sebagai penopang sistem informasi yang menghubungkan titik-titik pengumpulan sampah dengan suatu pusat pengendali informasi. Sensor yang terpasang di tempat pembuangan sampahakan secara otomatis memberikan informasi suatu titik lokasi pengumpulan sampah yang sudah penuh dengan mengirimkan tanda khusus. Sistem itu bahkan bisa dilengkapi dengan kamera dan GPS untuk bisa memberikan informasi yang lebih detail terkait lokasi titik lokasinya.

Pada demo sistem pengelolaan kebersihan lingkungan sungai, uji coba penerapan 5G ditujukan sebagai penopang sistem informasi real time selama 24 jam/7 hari. Selama sepekan sistem ini mampu membantu penerapan monitoring tingkat kebersihan sungai. Sistem monitoring akan memastikan tingkat kadar oksigen, amonia, juga mineral lain di dalam air sungai. Dengan kata lain, melalui sistem ini akan bisa diketahui segera tingkat polusi yang terjadi dan perlu ditangani.

Konsep pemanfaatan teknologi 5G juga akan diterapkan pada pengelolaan taman. Keberadaan 5G menjadi penopang sistem informasi untuk monitoring dan penanganan dalam memastikan kadar air atau kelembapan tanah. Melalui jaringan 5G, perangkat monitoring akan bisa mendeteksi kadar air, dan pada waktu yang bersamaan akan bisa mengirimkan perintah penanganan yang diperlukan.

Misalnya, jika terdeteksi tingkat kelembapan berkurang, maka perangkat tersebut akan segera mengirimkan perintah kepada perangkat lainnya untuk melakukan penyiraman. Karena sistem ini bisa bekerja selama 24 jam/7 hari dalam sepekan, maka pekerjaan pengelolaan taman-taman kota akan bisa dijalankan dengen lebih efisien.

Sementara itu, uji coba WiGig dilakukan pada sistem pemantauan kondisi lingkungan perkotaan melalui kamera surveillance atau CCTV.Dengan menggunakan teknologi WiGig, pemantauan melalui kamera menjadi lebih baik secara kualitas tampilan. Teknologi WiGig akan menopang pengiriman data dalam format video berkapasitas besar dan cepat. Sehingga gambar yang ditampilkan memiliki kualitas yang baik.Bahkan, dengan teknologi canggih ini monitoring lingkungan bisa pula menggunakan kamera yang 360 derajat untuk pemantauan.

"Sebagai operator layanan akses data digital, tentu kami harus bersiap untuk mengadopsi teknologi terbaru dan tercanggih saat ini yakni 5G.Uji coba ini menjadi sarana bagi XL Axiata untuk mempelajari lebih jauh terkait penerapannnya di lapangan dan hal-hal lainnya yang bersifat teknis.Selain itu, uji coba ini akan bisa menunjukkan kepada masyarakat luas mengenai seperti apa teknologi 5G dan kegunaannya bisa untuk apa saja," ungkap Dian Siswarini Presiden Direktur XL Axiata dalam keteangan tertulisnya,Selasa (21/8/2018).

"Uji coba dengan kerangka Smartcity juga menjadi cara terbaik untuk mengetahui secara langsung kemampuan teknologi 5G untuk memberikan solusi terhadap permasalahan pengelolaan perkotaan. Ini juga selaras dengan spirit XL Axiata untuk terus berperan aktif mendukung pemerintah memajukan Indonesia #JadiLebihBaik," sambungnya.

Dian mengatakan teknologi 5G dapat menjadi jawaban ketersediaan infrastruktur layanan data yang berkualitas hingga ke pelosok daerah yang selama ini masih cukup membebani operator. Ia menjelaskan beberapa manfaat dari 5G yang di antaranya selain secara teknis mampu memberikan kecepatan hingga 20 Gbps, teknologi ini juga mampu memberikan koneksi yang lebih mudah kepada siapa aja, baik user individu maupun industrial. Biaya operasional juga bisa lebih efisien.

"Uji coba layanan 5G kali ini juga memiliki nilai strategis sebagai fondasi untuk implementasi dan pengembangan layanan 5G di masa mendatang. XL Axiata cukup yakin, selain kalangan industri, manfaat dari layanan 5G juga akan bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Bahkan dengan berbagai keunggulannya, dengan cepat masyarakat akan mengadopsinya. Dengan demikian implementasi 5G akan menghadirkan efisiensi bagi operator karena jumlah pelanggan atau masyarakat yang menikmati data yang berkualitas ini akan semakin banyak," lanjut Dian.

Ia berharap pemerintah tak ragu untuk segera menyiapkan regulasi dalam implementasinya di Indonesia. Apalagi, Dian yakin, ketersediaan layanan 5G akan bisa meningkatkan kontribusi industri telekomunikai pada upaya percepatan pembangunan nasional di berbagai bidang.

Di sisi lain, Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara mengatakan pihaknya mendorong pemanfaatan teknologi informasi dan digital tercanggih ada saat ini untuk bisa diterapkan sebagai solusi pada berbagai bidang, termasuk pengelolaan fasilitas publik.

"Saya menyambut baik antusiasme Pemprov DKI Jakarta dan juga XL Axiata untuk melakukan uji coba 5G ini yang kita harapkan bisa memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai kemungkinan penerapan 5G ini dalam sistem Smartcity di DKI Jakarta. Saya melihat teknologi 5G ini bisa diterapkan di banyak hal untuk meningkatkan kualitas layanan publik secara efektif dan efisien, tidak hanya di DKI Jakarta, tetapi juga di kota-kota lainnya mana kala nanti jaringan 5G sudah tersedia," ujarnya.

Kepala Jakarta Smart City Pemprov DKI, Setiaji mengatakan teknologi 5G akan menjadi sarana penunjang yang tepat mengingat berbagai keunggulan teknis yang dimilikinya sangat bisa diadopsikan dalam berbagai aktivitas rutin yang selama ini masih mengandalkan penanganan secara manual.

"Lebih dari sekadar tujuan populis, ujicoba ini juga menjadi langkah serius dari Kementerian Kominfo, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta XL Axiata untuk bisa membawa teknologi 5G dan menerapkannya secara tepat guna pada aktivitas layanan publik. Sebagai Ibu Kota Republik Indonesia dengan berbagai dinamikanya, sudah selayaknya Jakarta memiliki fasilitas publik yang ditopang oleh teknologi digital tercanggih untuk membantu pemerintah daerah dalam menjaga kualitas layanan publik serta memenuhi kebutuhan warganya sebagai masyarakat modern," kata Setiaji.

Terkait dengan ujicoba WiGig ini, semua pengguna layanan akan bisa ikut mencoba dan menikmati kecanggihannya secara cuma-cuma hingga 6 bulan ke depan sejak tanggal 20 Agustus 2018. Layanan ini hanya bisa diakses di area Kota Tua, Jakarta Barat, persisnya di sekitar Museum Fatahillah, Museum Wayang, Museum Seni Rupa, Kafe Batavia dan Kantor Pos Kota Tua. [P4/dtc]

Komentar Anda

Berita Terkini