BI dan Kedubes Belanda Dorong Pelaku UMKM di Sumut Ekspor ke Pasar Eropa

/

/ Kamis, 17 Juni 2021 / 17.29 WIB

 


MEDAN, PILAREMPAT.comBank Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Utara (BI KPw Sumut) kembali melakukan langkah jitu guna mendorong pelaku UMKM di Sumut agar bisa mengekspor produknya ke pasar eropa.

Dalam memberikan edukasi dan pemahaman bagi pelaku UMKM, BI menggandeng Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda yang diikuti 136 pelaku UMKM di Sumut dalam Webinar secara online, Rabu (16/6/2021).

Kegiatan tersebut turut digadiri, Mr. Hans de Brabander, Head of the Economic Department Kedubes Belanda di Indonesia, Afifi Lubis, Plt Sekretaris Daerah Provsu, Mr. Frits van Leer and Ms. Christa Nollen, Netherlands Senior Experts (PUM), Ms. Dika Rinakuki, Center for the Promotion of Imports from developing countries (CBI), Marolop Nainggolan, Direktur Kerjasama Pengembangan Ekspor, Kementerian Perdagangan RI, Mr. Ony Hindra Kusuma, Dutch Honorary Consul In Medan, Para Kepala Dinas di lingkungan Provinsi Sumatera Utara, serta para pelaku UMKM.

Dalam kata sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumattera Utara, Soekowardojo menjelaskan bahwa UMKM begitu berperan dalam perekonomian Indonesia, baik kontribusi terhadap PDB, penyerapan tenaga kerja, maupun sumbangan terhadap devisa.

Sesuai data Kementerian Koperasi dan UKM serta BPS, pada tahun 2018 pangsa UMKM terhadap pembentukan PDB yang mencapai 61,1%. Sementara itu, di sisi ekspor, pangsa UMKM tercatat sebesar 14,4% dari total ekspor. Demikian juga halnya dengan peran UMKM yang cukup besar dalam perekonomian Sumut.

“Upaya yang dilakukan Kedubes Belanda dalam mendorong ekspor produk UMKM Sumatera Utara ini sejalan dengan upaya yang dilakukan pemerintah dan Bank Indonesia dalam mendorong UMKM naik kelas dengan terus bersinergi dalam mendukung akses pembiayaan, program digitalisasi, dan mendorong UMKM untuk akses ke pasar global atau ekspor,” kata Soekowardojo.

Soekowardojo mengatakan, pada kesempatan tersebut, BI dan Kedubes ingin berbagi informasi mengenai program pengembangan UMKM yang dilakukan Bank Indonesia dalam mendorong UMKM naik kelas.

Beberapa program yang dilakukan diantaranya : Peningkatan kapasitas UMKM dalam rangka memperkuat kualitas UMKM agar lebih berdaya saing, baik dari sisi sumber daya manusia, proses produksi, maupun pemasaran produk, dengan kata lain program pengembangan UMKM dilakukan secara end to end process atau dari hulu ke hilir.

Bank Indonesia menetapkan peta jalan pengembangan UMKM dengan membagi UMKM ke dalam 4 level dengan berbagai kriteria berdasarkan kapabilitas UMKM, yaitu UMKM Potensial, UMKM Sukses, UMKM Digital dan UMKM Ekspor.

“Program pengembangan UMKM menyasar 4 hal, yaitu mendorong ketersediaan bahan baku, meningkatkan efisiensi dan efektivitas dalam proses produksi dan kelembagaan, mendorong digitalisasi dan pembiayaan, serta mendorong perluasan akses pasar, termasuk akses pasar global atau ekspor,” jelasnya.

Upaya dalam mendorong akses pasar global atau ekspor dilakukan dengan bersinergi ke berbagai stakeholder dalam pelaksanaan berbagai event promosi dan business matching, seperti pelaksanaan event Beli Kreatif Danau Toba dalam rangka mendukung kampanye Bangga Buatan Indonesia, Bangga Berwisata di Indonesia, dan 12 juta merchant QRIS.

Kemudian memfasilitasi keikutsertaan UMKM pada berbagai event promosi skala nasional dan internasional, baik yang diselenggarakan di dalam negeri maupun di luar negeri, serta mengikutsertakan UMKM dalam berbagai capacity building seperti halnya kegiatan webinar yang dilakukan hari ini.

Dalam webinar tersebut, diikuti oleh 136 UMKM dari berbagai wilayah di Sumatera Utara, termasuk diantaranya 36 UMKM binaan Bank Indonesia dari 3 KPw BI di wilayah Sumatera Utara (KPw BI Prov. Sumatera Utara, KPw BI Pematang Siantar dan KPw BI Sibolga).

Dengan kegiatan tersebut, Soekowardojo berharap pengetahuan dan informasi dapat diperoleh dan dapat dimanfaatkan pelaku UMKM secara maksimal untuk mendorong perluasan akses pasar, termasuk memanfaatkan berbagai peluang ekspor ke negara-negara Uni Eropa.

Menutup kata sambutannya, Kepala BI Kpw Sumut mengucapkan terima kasih kepada Kedubes Belanda yang telah mempersiapkan dan menyelenggarakan kegiatan ini dengan begitu baik, kepada para narasumber, dan para peserta webinar. Dikatakannya, sinergi berbagai pihak dalam mendorong pengembangan UMKM sebagai salah satu tulang punggung perekonomian Indonesia tak terkecuali perekonomian Sumatera Utara perlu terus didorong.

“Kami berharap, kegiatan ini bukan merupakan yang pertama dan yang terakhir, namun merupakan langkah awal untuk semakin memperkuat sinergi dalam upaya mendorong UMKM untuk akses ke pasar global,” ucap, Soekowardojo mengakhiri. [P4/sya/ril]

Komentar Anda

Berita Terkini