Doa Kelapangan Rezeki Setelah Sholat Dhuha yang Jarang Diketahui

/

/ Rabu, 15 April 2020 / 06.42 WIB


Kelapangan rezeki menjadi salah satu penyebab ketentraman hidup. Selain bekerja keras, umat Islam biasanya mengiringinya dengan doa. Bekerja bernilai ibadah, demikian juga melaksanakan sholat dhuha. Ketika keduanya beriringan, maka hasil yang didapatkan bernilai berkah.

Sholat dhuha begitu identik dengan kelapangan rezeki. Tidak heran, mereka yang sudah mengetahui kunci pembuka rezeki tersebut tidak melewatkan ibadah ini. Setelah sholat, maka yang dipanjatkan tidak jauh-jauh dari doa meminta kelapangan, tambahan kekayaan dan lain sebagainya.

Namun, doa seperti itu tidak diucapkan oleh Sang Baginda Rasulullah SAW. Adapun yang dibaca Nabi adalah doa sebagai berikut ini. Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam selesai sholat dhuha, beliau mengucapkan,

“ALLOHUMMAGHFIR-LII WA TUB ‘ALAYYA, INNAKA ANTAT TAWWABUR ROHIIM..

Artinya: Ya Allah, ampunilah aku dan terimalah taubatku, sesungguhnya Engkau Maha Penerima Taubat lagi Maha Penyayang) sampai beliau membacanya seratus kali,” (HR. Bukhari dalam Al-Adab Al-Mufrad, no. 619. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa hadits ini sanadnya shahih).

Nabi Muhammad SAW justru berdoa agar Allah SWT mengampuninya serta menerima taubat yang telah dilakukan. Hal ini sebenarnya sejalan dengan konsep datangnya rezeki. Dimana setiap hamba sudah memiliki rezeki masing-masing. 

Namun ada yang tertahan karena banyaknya dosa. Seperti dalam hadist yang artinya:
“Sesungguhnya seorang manusia kerap terhalang dari rezeki disebabkan dosa yang dilakukan” (HR. Ibnu Majah).

Dengan permohonan ampunan, maka dosa-dosa akan berguguran dan Insha Allah rezeki kembali lancar. Doa ini juga tidak terbatas dibaca selesai sholat dhuha. Namun bisa juga dibaca ketika ada waktu senggang, dalam perjalanan, maupun saat menjalankan aktivitas sehari-hari.


Do'a Shahih Lainnya
Salah satu shalat sunnah yang lumrah dilakukan adalah shalat dhuha, salah satu keutamaan shalat ini adalah dapat mempermudah rizki.
Namun pelaksanaan shalat dhuha akan menjadi kurang sempurna jika tidak membaca doa yang dibaca usai shalat dhuha. Salah satu doanya adalah sebagai berikut:
اَللهُمَّ اِنَّ الضُّحَآءَ ضُحَاءُكَ، وَالْبَهَاءَ بَهَاءُكَ، وَالْجَمَالَ جَمَالُكَ، وَالْقُوَّةَ قُوَّتُكَ، وَالْقُدْرَةَ قُدْرَتُكَ، وَالْعِصْمَةَ عِصْمَتُكَ.
اَللهُمَّ اِنْ كَانَ رِزْقَى فِى السَّمَآءِ فَأَنْزِلْهُ وَاِنْ كَانَ فِى اْلاَرْضِ فَأَخْرِجْهُ وَاِنْ كَانَ مُعَسَّرًا فَيَسِّرْهُ وَاِنْ كَانَ حَرَامًا فَطَهِّرْهُ
وَاِنْ كَانَ بَعِيْدًا فَقَرِّبْهُ بِحَقِّ ضُحَاءِكَ وَبَهَاءِكَ وَجَمَالِكَ وَقُوَّتِكَ وَقُدْرَتِكَ آتِنِىْ مَآاَتَيْتَ عِبَادَكَ الصَّالِحِيْنَ
Allahumma innad dhuha’a dhuhauka wal baha’a baha’uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wa qudrata qudratuka wal ‘ishmata ishmatuka allahumma in kaana rizki fis samaa’i fa anzilhu, wa in kaana fil ardhi, fa akhrijhu, wa in kaan mu’assaran fa yassirhu, wa in kaana haraman, fa tahhirhu, wa in kaana baidan fa qarribhu, bihaqqi dhuha’ika wa baha’ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatini maa ataita ibadakas shalihin.”
Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit semoga Engakau berkenan menurunkannya, apabila berada di dalam bumi semoga Engakau berkenan mengeluarkannya, apabila sulit untuk meraihnya semoga Engaku berkenan memudahkan jalannya, apabila hukumnya haram semoga Engaku berkenan mensucikannya sehingga menjadi hahal, dan apabila ia berada jauh dari keberadaanku, semoga Engkau berkenan mendekatkannya. Dengan kebenaran waktu dhuha-Mu, keagungan-Mu, keindahan-Mu, keuatan-Mu dan kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), semoga Engkau berkenan memberikan anugrah rizki-Mu kepadaku, sebagai mana apa yang Engkau anugrahkan kepada mereka yang menjadi hamba-hamba-Mu yang sholeh.” ...Wallahu A’lam
(P4/ riau.24.com & islami.co)

Komentar Anda

Berita Terkini