Ketum PWI,Atal S Depari: Banyak 'Penumpang Gelap' Jadi Wartawan

/

/ Rabu, 11 Maret 2020 / 04.31 WIB


 


PILAREMPAT.com-LHOKSEUMAWE : Banyak 'penumpang gelap' menjadi wartawan, padahal wartawan adalah sebuah profesi dan memiliki wawasan yang luas.

Hal itu disampaikan Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari dalam arahan dan sambutannya yang disampaikan pada acara memperingati Hari Pers Nasional (HPN dan HUT ke_74 PWI yang berlangsung di Lido Graha Hotel International, Lhokseumawe, Senin 9 Marer 2020.

Jadi wartawan lahir  melalui sebuah proses pendidikan dan pelatihan, sekarang banyak penumpang gelap menjadi wartawan tanpa didahului melalui sebuah proses,sehingga dalam melaksanakan tugas di lapangan menyimpang dari kode etik pers bahkan ada wartawan yang membawa meteran dan borgol saat mencari berita.

"Kalau ada anggota PWI sampai membawa bawa meter mengukur bangunan proyek di lapangan akan saya pecat," tegas Atal S Depari.

Ketua Umum PWI Pusat mengatakan profesi wartawan identik dengan membawa pena untuk menciptakan sebuah berita, bukan membawa meteran.

Namun ada beberapa oknum yang mengaku dirinya wartawan dan bahkan sampai membawa meteran untuk mencari kesalahan dalam proyek pembangunan di desa,itu sudah merupakan sebuah kesalahan.

"Wartawan bukan membawa meteran untuk mencari kesalahan pada proyek pembangunan desa guna mencari kesempatan dalam memeras kepala desa," kata Atal pada saat acara yang dihadiri
Sekitar 500 tamu dan para undangan .

Turut hadir di acara tersebut, Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf, Walikota Lhokseumawe ,Suaidi Yahya,  Dandim 0103 Aceh Utara, Letkol Agung Sukoco, Kapolres Lhokseumawe, AKBP Ari Lasta Irawan  ,ketua PWI Cabang Aceh , Tarmilin Usman Dan pengurus.

Turut juga menyampaikan sambutan di acara peringatan HPN dan HUT PWI yang dilaksanakan oleh PWI Aceh Utara Lhokseumawe Walikota Lhokseumawe ,Suaidi Yahya,Wakil Bupati Aceh Utara, Fauzi Yusuf , Ketua PWI Aceh ,Tarmilin Usman.

Lanjut Atal,  jika ada wartawan yang membawa meteran dan mencoba memeras kepala desa, diharapkan agar dapat melaporkan ke PWI dan nantinya PWI akan bertindak tegas terhadap wartawan tersebut.

"Laporan ke saya atau PWI jika ada oknum wartawan yang mencoba mencari kesalahan dalam proyek pembangunan desa menggunakan dana desa, bila perlu saya akan pecat wartawan tersebut," kata Atal. (P4/zky).

Komentar Anda

Berita Terkini