-->

Ribuan Ikan Mati di Pantai Krueng Geukuh

/

/ Kamis, 20 Februari 2020 / 08.03 WIB



PILAREMPAT.COM, LHOKSEUMAWE : Ribuan Ikan di Pantai Krueng Geukuh Kecamatan Dewantara Aceh Utara mati mendadak sejak Jumat 14 Februari 2020. Kematian berbagai jenis ikan itu diduga akibat pembuangan  limbah dari PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Kasi Pengawasan ,Pengendalian Dan Pemulihan DLHk Kota Lhokseumawe,  Dwi Silviana, Rabu (19/2) kepada wartawan mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup Kota (DLHK) Lhokseumawe telah melakukan peninjauan ke lokasi  kematian ikan di kawasan Pelabuhan Umum Krueng Geukuh, Dewantara, dan Gampong Blang Naleung Mameh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe setelah menerima informasi dari sebuah media.

Dari sebuah media mengabarkan terjadi banyak ikan mati di pinggiran laut yang berada di Gampong Blang Naleung Mameh. Kejadian itu sudah beberapa hari lalu yang ditemukan ikan mati oleh nelayan setempat.

"Berdasarkan hasil pantauan kita di lapangan  kami tidak menemukan lagi sisa ikan atau ikan yang mati sepanjang pesisir itu," jelasnya.

Jelas Dwi Silviana, dari informasi diperoleh juga banyak ikan yang mati itu di sebelah Pelabuhan Krueng Geukuh. Dikarenakan mengingat rentan waktu kejadian sudah agak jauh dengan pantauan yang dilakukan tersebut, sehingga pihaknya tidak bisa menyimpulkan dugaan-dugaan terkait apa penyebabnya. Karena sekarang di lokasi tampaknya sudah tidak ada lagi ikan mati di kawasan tersebut, maka jika ingin melakukan sample dan manfaatnya juga tidak ada.


"Lagi pula beberapa hari terakhir ada hujan dan panas, itu kan membuat air laut cepat sekali dinetralisir. Jadi, hasil verifikasi kami untuk dugaan atau hal yang menduga-duga belum bisa kita sampaikan bahwa itu kesalahan siapa. Akibat apakah dari limbah dan di situ paling dekat adalah PT PIM, itu juga tidak bisa kami pastikan karena tidak melakukan pengambilan sampel mengingat di lapangan sudah tidak ada apa-apa lagi," ungkap Dwi Silviana.



Ditambahkan Dwi, memang dari pengakuan nelayan di kawasan itu bahwa kejadian serupa bukan kali ini saja, dan sudah berkali-kali. Bahkan, dalam satu bulan bisa dua kali terjadi ikan mati , terkait apakah ada tercampurnya air laut dengan limbah itu pihaknya tidak dapat memastikan dikarenakan tidak ada pengujian laboratorium.


Terkait banyaknya ikan yang mati dekat dengan lokasi PT PIM,  Direktur Utama PT PIM, Husni Achmad Zaki membantah dugaan kejadian ikan tersebut akibat limbah perusahaan pupuk PIM,karena  operasional pabrik selama ini berjalan dengan baik, memang ada limbah dari pencucian granulator yang walaupun telah diantisipasi, sedikit keluar ke laut.


"Hal ini telah kami perbaiki dan kondisi air laut segera normal kembali. Kami mohon maaf jika terjadi ketidaknyamanan dari nelayan di sekitar PIM. Namun, langkah perbaikan telah kami lakukan agar hal ini tidak terjadi lagi kedepannya," ujar Husni Achmad.


Manajer Humas PT PIM, Nasrun juga menjelaskan   perusahaan  telah melakukan pengambilan sampel air laut di empat titik pada 18 Februari 2020, lalu. Lokasi itu yakni area Pelindo PH 8,32, area dermaga PIM PH 8,43, area Asean PH 8,35, dan area ujung pelabuhan PH 8,25.

"PH air laut 8,43 kondisi aman, penyebab ikan mati di pelabuhan umum saya tidak mengetahui sumbernya dari mana," ujar Manager Humas PT PIM. (P4/zky).

Komentar Anda

Berita Terkini