-->

Anggota DPRD Sumut, Zeira Salim Ritonga: Asrama Haji Medan Nggak Perlu Dipindahkan

/

/ Kamis, 08 Agustus 2019 / 13.23 WIB

H.Zeira Salim Ritonga 
Medan, Pilarempat.com | Keberadaan Asrama Haji Embarkasi Medan saat ini masih sangat layak untuk pelaksanaan penerimaan, pemberangkatan jemaah calon haji (calhaj) dan pemulangan jemaah haji se kabupaten/kota Sumatera Utara.

“Jadi nggak perlu Asrama Haji Medan dipindahkan ke kawasan Kuala Namu Kabupaten Deli Serdang. Karena keberadaan Asrama haji Medan merupakan salah satu ikon kota Medan,” kata Anggota DPRD Sumatera Utara, H.Zeira Salim Ritonga disela-sela pemberangkatan Calhaj Kloter 21 Labuhan Batu Utara, Labuhan Batu (Induk) di Asrama Haji Embarkasi Medan, Minggu (4/8/2019).

 Pollitisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai jika Asrama Haji Medan mau dipindahkan, mau dikemanakan gedung-gedung yang ada di Asrama Haji Medan. Karena semua gedung dan pondokan saat musim haji setiap tahunnya berfungsi. 

Apalagi, lanjut Zeira, dua gedung disini masih terbilang baru seperti Gedung Madinah Munawwarah dan Gedung Jabal Nur. “Pokoknya saya tidak setuju Asrama Haji Medan mau dipindahkan,” tegasnya.

 Penegasan Zeria yang juga Anggota Komisi C DPRD Sumatera Utara ini sangat berlawanan dengan Gubsu, Edy Rahmayadi yang mewacanakan pemindahan Asrama Haji Medan ke kawasan Kuala Namu yang berdekatan dengan Bandara Kuala Namu International Airport (KNIA) Kabupaten Deli Serdang. 

Wacana tersebut juga disambut oleh Ketua DPRD Sumatera Utara, H.Wagirin Arman, S.Sos yang mendukung rencana pemindahan Asrama Haji Medan ke kawasan Kuala Namu. 

Zeira juga meminta kepada pihak UPT Embarkasi Medan agar fasilitas kipas angin di Pemondokan Mekkah diganti dengan fasilitas pendingin (AC) karena para calhaj yang ditempatkan di pondokan tersebut merasa bahwa kipas angin tidak dapat membuat mereka nyaman untuk beristirahat.  

“Sebagai Asrama Haji Embarkasi Medan yang setiap tahunnya meraih predikat Terbaik di Indonesia hendaknya pihak Plt.UPT, Ramlan Sudarto dapat memperhatikannya untuk memenuhi aspirasi calhaj demi kenyamanan calhaj lainnya pada musim haji mendatang,” tandasnya.  

H.Ramlan Sudarto, S
Dikaji semuaAspek 
Sementara Plt Unit Pelaksanaan Teknis (UPT) Asrama Embarkasi Medan, H.Ramlan Sudarto, SH menyebutkan rencana pemindahan Asrama Haji Medan ini sebaiknya dikaji dengan semua aspek.

“Karena jika keberadaan Asrama Haji Medan jadi dipindahkan, mau dikemanakan lagi gedung Madinah Munawwarah, Gedung Jabal Nur dan gedung lainnya,” tanya Ramlan Sudarto.

 “Terus terang, semua gedung yang ada di Asrama Haji Medan hanya tiga bulan berperan aktif. Yakni 10 hari menjelang pelaksanaan penerimaan, pemberangkatan calon jemaah haji dan pemulangan jemaah haji setiap tahunnya,”ucap Ramlan Sudarto. 

Setelah itu, lanjutnya  aktifitas di Asrama Haji Medan kosong, kecuali beberapa gedung dan aula di Ahmed yang disewakan untuk pelaksanaan pesta pernikahan, seminar, musyawarah ormas dan lainnya.  


“Namun begitu soal rencana pemindahan Asrama Haji Medan saya serahkan kepada Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh, Prof.DR.Nizar Ali. Saya tidak berhak mencampurinya,” pungkas Ramlan Sudarto.  [P4/rel/sya]
Komentar Anda

Berita Terkini