-->

Cabai Merah Pemicu Inflasi, BI Proyeksikan Inflasi Sumut 4,15-4,55 Persen

/

/ Selasa, 09 Juli 2019 / 15.14 WIB

(foto:P4/SR)

Medan, Pilarempat.com  | Inflasi di Sumatera Utara tahun 2019 diproyeksikan 4,15-4,55 persen, masih lebih tinggi dari inflasi 2018 lalu yang sebesar 1,23 persen serta berada di rentang atas sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 plus minus 1 persen (yoy).
Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Utara (Sumut), Wiwiek Sisto Widayat mengatakan hal tersebut dalam pemaparannya di hadapan wartawan, di Medan Senin (8/7/2019).
Wiwiek didampingi Direktur BI Andiwiana S, Kepala Divisi Pengembangan Ekonomi dan UMKM, Demina Sitepu  menjelaskan pemicu utama inflasi di Sumut adalah cabai merah karena harganya dalam tiga bulan terakhir dari bulan Ramadhan hingga kini mencapai Rp70.000-Rp80.000 per kg.
Dia mengatakan,  pada Juni 2019, inflasi Sumut 1,63 persen, sedangkan  ytd (year to date/Januari-Juli 2019) mencapai 4,30 persen dan yoy 5,87 persen. I
“Inflasi yang tinggi ini bersumber dari kenaikan harga cabai merah, didorong oleh keterbatasan pasokan Sumut, terhentinya pasokan dari Jawa menyusul harga di daerah Jawa yang juga tinggi,” ungkapnya.
Wiwiek mengakui, cabai merah menyumbang 70 persen inflasi Sumut. Sedangkan Kota Medan merupakan kota terbesar penyumbang inflasi terbesar di Sumut yakni sampai 80 persen dibanding tiga kota Indeks Harga Konsumen (IHK) lainnya; Sibolga, Padangsidempuan dan Pematangsiantar.
“Kalau inflasi Medan bisa dikendalikan maka inflasi Sumut juga bisa terkendali,”  tandas Wiwiek.
Diungkapnya lagi, di Kota Medan harga cabai merah sebagai pemicu inflasi utama masih tetap tinggi mencapai Rp80.000 per kg. Sebenarnya produksi cabai merah di Sumut sudah cukup memenuhi kebutuhan untuk daerah ini. Tapi karena beberapa daerah kekurangan cabai merah seperti Aceh dan Pekanbaru yang harganya jadi mahal maka banyak petani yang menjual cabai merah ke daerah itu.


Kepala KPw BI Provinsi Sumut, Wiwiek Sisto Widayat memaparkan data inflasi dan perkembangan ekonomi Sumut di hadapan wartawan, di Medan Senin (8/7/2019).(foto: P4/BS).

Selain cabai merah, komoditas penyumbang inflasi Sumut juga cabai rawit, bawang merah, bawang putih, angkutan udara dan ikan tongkol.
Karena itu, kata Wiwiek, BI memproyeksikan inflasi Sumut tahun 2019 yakni sebesar  4,15-4,55 (yoy), setidaknya masih berada di ambang atas target nasional 4,55 persen.
“Begitupun ada harapan kecil tapi harus optimis mampu mencapai sasaran inflasi nasional sebesar 3,5 plus minus 1 persen,” ujarnya.
Dia menyebutkan,  BI bersama Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) terus melakukan berbagai upaya menekan angka inflasi antara lain melaksanakan operasi pasar (OP), mendorong masyarakat petani menanam cabai merah, pola tanam cabai merah yang perlu diperbaiki dan mengupayakan dibentuknya lembaga yang mampu menampung cabai petani dengan teknologi mampu menyimpan cabai tahan tiga bulan dengan kualitas sama seperti baru dipanen.
“Hal ini sudah dilakukan di Jawa Tengah,” ujar Wiwiek.  [P4/sya]


Komentar Anda

Berita Terkini